Foto: Dok. Media Istiqlal

Waktu sebagai Amanah Illahi - QS An Nashr

Admin 07 Jan 2025 Warta Istiqlal

Dr. KH. Muchlis M. Hanafi, MA II

Jakarta, www.istiqlal.or.id - QS. Surat An Nashr merupakan surat popular dan sering kita dengar namun memiliki kandungan makna yang luar biasa. Al Imam Asy – Syafii berkata :” bahwasanya apabila di dalam al-quran hanya ada surat An Nashr maka itu saja sudah cukup.” Hal ini menggambarkan bahwa betapa luasnya kandungan di dalam QS. An Nashr ini.

Qs. An Nashr merupakan surat yang turun pada masa – masa awal dulu sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, oleh karena itu surat ini tergolong ke dalam surat makkiah. Di dalam QS. An Nashr ini kita diingatkan bagaimana cara agar kita selamat dari kerugian. Pada zaman Rasulullah sallahu alaihi wassalam dijelaskan bahwa, ada dua orang sahabat Rasulullah jika bertemu mereka tidak berpisah hingga salah satu dari mereka membaca surat An Nashr kepada yang lain baru kemudian mereka memberi salam perpisahan.

Pada awal surat An Nashr diawali dengan sumpah .Allah SWT bersumpah “demi masa” “demi waktu”. Menggambarkan keagungan sesuatu yang dijadikan sumpah yang artinya sangat luar biasa. An Nashr merupakan waktu ashar karena waktu sholat ashar merupakan shalat yang utama. Dalam salah satu ayat dikatakan yang artinya merujuk pada penjelasan Rasulullah sallallahu alaihi wassalam ketika terjadinya perang uhud sibuk dengan peperangan sampai hampir terlewatnya waktu ashar. Rasulullah sallallahu alaihi wassalam mengatakan bahwanya, di waktu ashar ini merupakan waktu yang berat dan sulit bagi banyak orang untuk melakukan shalat ashar dengan penuh kekhusyukan karena dari matahari terbit hingga matahari berada di atas kepala, semua manusia itu sibuk pikirannya dan badannya pun sudah letih tinggal sisa-sisa saja maka dia memiliki keutamaan yang sangat luar biasa.  Ada yang berkata Wal Asri ini adalah waktu masa hidupnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam nah pada waktu ini merupakan waktu yang sangat luar biasa karena masa keemasan di masa Rasulullah sallallahu alaihi wassalam.  Jadi ini untuk melengkapi karena Allah SWT juga bersumpah "wahadzal baladil Amin" demi negeri yang aman ini yaitu kota Makkah kota kelahirannya Rasulullah yang merupakan tempat Nabi dibesarkan, dan dilahirkan maka Allah SWT bersumpah dengan tempat kelahirannya dengan waktu hidupnya “Wal Asri” “dengan demi” bersumpah dengan umurnya Rasulullah “La amruka” ini menunjukkan keagungan Rasulullah SAW. Allah SWT sampai bersumpah jadi secara tidak langsung ini adalah bentuk pujian kepada Baginda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena Allah menggunakan waktu kelahirannya waktu hidupnya tempat kelahirannya umur kehidupannya Allah bersumpah dengan itu semua yang menunjukkan keagungan – Nya dan keagungan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam . 
Pada masa ini, banyak terjadi peristiwa baik peristiwa suka dan duka , kesengsaraan dan kebahagiaan dalam hidup. Umur yang Allah SWT berikan merupakan batas untuk kita hidup. Waktu yang diungkapkan dalam kata al Ashr itu menggambarkan bahwa waktu itu adalah masa yang Allah SWT berikan kepada kita dan harus kita peras dengan kerja keras sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang berkualitas sehingga kita tidak termasuk kedalam bagian dari orang – orang yang merugi. Orang – orang yang merugi disini dijelaskan adalah orang yang melalaikan hidupnya dengan berbuat maksiat sehingga tidak maksimal dalam melaksanakan perintah – Nya.

Secara singkat kandungan makna surat An Nashr dapat kita simpulkan bahwa waktu merupakan sesuatu yang berharga sehingga harus kita peras dengan kerja keras agar menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Ada empat hal yang bsa menyelamatkan kita dari kerugian, “man amal saleh” ini dalam al-qur'an selalu digandeng “amanu wa amilus shihat” untuk menunjukkan bahwa Iman tanpa amal sia-sia seperti pohon yang tidak berbuah. Amal shaleh adalah segala amal yang kita lakukan dan mendatangkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Makanya penting bagi seorang muslim untuk saling mengingatkan apabila terjadi kekeliruan, atau penyimpangan – penyimpangan dalam kehidupan.

Empat hal yang pertama adalah waktu itu adalah sesuatu yang sangat berharga karena itu Allah subhanahu wa taala membuka FirmanNya dalam surah Wal asr ini dengan bersumpah “Wal asr”  “Demi Masa” dan sesuai dengan makna bahasanya waktu diungkapkan dengan kata al-asr yang berarti memeras maka waktu yang Allah anugerahkan kepada kita ini harus kita peras dengan semaksimal mungkin dengan bekerja keras agar menghasilkan saripati inti dari kerja-kerja yang berkualitas . Yang kedua adalah manusia ini pada dasarnya sungguh dalam kerugian ini mengancam kita ke semua dan yang bisa menyelamatkan kita adalah empat hal “amanu wailus shihat Wat Tawawu bilhaqqi wa Tawau”bab yang ketiga perlu ada keseimbangan antara perbaikan diri “amanu wailus shihat itu untuk kita Wat Tawau Bil Haqi Wat Tawau” bab itu artinya kepedulian untuk orang lain seorang muslim yang baik dia tidak egois beribadah hanya untuk dirinya saja umrah bolak-balik sementara tetangga-tetangga di sebelahnya misalnya masih kekurangan dia tidak pedulikan itu dia hanya peduli untuk ibadahnya saja tidak seorang muslim yang baik dia menjaga keseimbangan antara kemaslahatan dirinya dan kemaslahatan untuk orang lain dan yang keempat yang bisa kita simpulkan kesabaran itu adalah kunci kesuksesan kunci yang bisa menyelamatkan kita dari terjerumus kepada kerugian. (CTR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.