Foto: Dok. Media Istiqlal

Seminar Internasional di Masjid Istiqlal, Bahas Peran Ulama dan Imam dalam Mewujudkan Harmoni Global

Admin 19 May 2024 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi dan Kementerian Agama (Kemenag), menyelenggarakan Seminar Internasional membahas tema "Peran Ulama dan Imam dalam Mewujudkan Harmoni Global", di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (18/5/2024).

Harmoni global atau kedamaian, diterangkan oleh Wakil Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Kerajan Arab Saudi Syeikh Dr. Awad bin Sabti Al Anzi, yang diterjemahkan oleh Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A, sudah Rasulullah SAW contohkan sejak dahulu, yaitu dengan tidak mendzalimi, mengkhianati dan juga tidak melakukan hal yang merugikan mereka.

"Rasulullah SAW sudah berinteraksi dengan non Muslim sejak dahulu. Jadi ketika kita berinteraksi dengan non Muslim, kita berinteraksi sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW, dengan tidak mendzalimi, mengkhianati dan juga tidak melakukan hal yang merugikan mereka," paparnya di hadapan Mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) sebagai peserta.

"Dan semoga ketika kita mengamalkan itu, bisa menjadi sebab terbukanya hidayah. Ketika kita mengamalkan ajaran Islam terkait saudara-saudara kita, kita meyakini Islam adalah agama yang benar," tambah Syeikh Dr. Awad bin Sabti Al Anzi.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

‎اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Artinya: "Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan(-Nya)." (QS. Āli ‘Imrān [3]:19)

"Sehingga merealisasikan kedamaian bukan berarti kita meninggalkan ajaran agama kita, melainkanjustru karena kita meyakini ajaran agama kita benar dan memang mengajarkan kedamaian, maka kita sebarkan kedamaian," tegas Syeikh Dr. Awad bin Sabti Al Anzi yang diterjemahkan katanya oleh Ustaz Zaen.

Adapun Syekh. Prof. Dr. Muhammad bin Fahd Al-Furaih mengingatkan, bahwasanya Ulama itu Harus Mengajak Manusia Kepada Allah subhanahu wata'ala. "Bukan kepada diri sendiri atau kelompoknya."

Sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta'ala firmankan,

‎قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْٓ اَدْعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗعَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ ۗوَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (seluruh manusia) kepada Allah dengan bukti yang nyata. Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Yūsuf [12]:108)

"Bukan illa nafsi atau illa izm, tapi illallahu, cara kita mengajak manusia kepada Allah ialah dengan menyampaikan tauhid," terang Syekh. Prof. Dr. Muhammad bin Fahd Al-Furaih.

Hal tersebut sudah dicontohkan pada zaman Rasulullah SAW, ketika orang tidak mengajak umat manusia kepada Allah SWT maka yang terjadi adalah kekacauan. "Contohnya yang terjadi di zaman Utsman RA, dan Ali, ketika muncuk sekelompok orang yang dikemudian hari disebut Khawarij," ungkap Syekh. Prof. Dr. Muhammad bin Fahd Al-Furaih.

Syekh. Prof. Dr. Muhammad bin Fahd Al-Furaih juga mengingatkan agar kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan pemerintah. Setelah kita mengajarkan kepada mereka tauhid dan sunnah Rasulullah SAW.  karena dengan seperti itu akan terjadi keharmonisan, kerukunan dan kedamaian. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.