Foto: Dok. Media Istiqlal

Peristiwa Bersejarah dalam Islam pada Bulan Rajab

Admin 02 Jan 2025 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Hijriah. Bulan ini memiliki keutamaan yang tinggi dan menjadi saksi dari sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam. Dalam dalam kesempatan yang istimewa ini, kita akan mengulas beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan Rajab.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bulan ini begitu istimewa bagi umat Islam? Mari kita telusuri bersama perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, peristiwa-peristiwa penting lainnya, dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

1. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj
Pada suatu malam yang penuh berkah, tepatnya tanggal 27 Rajab, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menerima undangan istimewa dari Allah SWT. Perjalanan luar biasa ini dikenal sebagai Isra’ dan Mi’raj. Malam itu, Nabi shallallahu alaihi wasallam diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini dikenal sebagai Isra’. Di Masjidil Aqsa, beliau melaksanakan shalat bersama para nabi terdahulu. 

Setelah itu, Nabi shallallahu alaihi wasallam diangkat ke langit melalui perjalanan Mi’raj, di mana beliau melewati tujuh lapis langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Di Sidratul Muntaha, Nabi shallallahu alaihi wasallam bertemu langsung dengan Allah SWT dan menerima perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Awalnya, jumlah shalat yang diperintahkan adalah lima puluh kali sehari, namun atas permohonan Nabi shallallahu alaihi wasallam dan kasih sayang Allah, jumlah tersebut dikurangi menjadi lima kali sehari dengan pahala yang tetap setara lima puluh kali shalat.

Peristiwa ini tidak hanya menguji keimanan Nabi, tetapi juga para sahabat dan umat Islam saat itu. Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi orang pertama yang membenarkan kisah ini tanpa ragu, sehingga mendapatkan gelar “Ash-Shiddiq”. 

Kisah Isra’ dan Mi’raj menjadi simbol keimanan sejati dan pengingat akan pentingnya shalat sebagai tiang agama. Kisah ini mengajarkan bahwa keimanan yang tulus adalah pondasi utama dalam menghadapi segala ujian. Selain itu, perjalanan ini menegaskan bahwa shalat adalah ibadah yang harus dijaga karena ia menjadi penghubung langsung antara hamba dan Pencipta-Nya.

2. Hijrah Pertama ke Habasyah
Di awal masa dakwah, kaum Muslimin menghadapi tekanan berat dari kaum Quraisy. Pada tahun ke-5 kenabian, bulan Rajab, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mengizinkan sekelompok kecil Muslim untuk berhijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia). Kelompok ini, yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib. Dengan membawa harapan akan perlindungan, mereka menempuh perjalanan jauh meninggalkan kampung halaman mereka di Mekah.

Setibanya di Habasyah, mereka diterima dengan baik oleh Raja Najashi, seorang penguasa Kristen yang dikenal adil dan bijaksana. Saat Quraisy mencoba memfitnah para pengungsi Muslim di hadapan Najashi, Ja’far dengan bijak menjelaskan ajaran Islam dan membacakan beberapa ayat Al-Qur’an. Mendengar hal itu, Najashi tergerak hatinya dan menolak permintaan Quraisy untuk mengusir para Muslimin.

Kisah hijrah ini menjadi bukti nyata bahwa Islam membawa pesan universal yang dapat diterima oleh siapa saja, terlepas dari latar belakang agama dan budaya.

3. Penaklukan Baitul Maqdis
Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, tepatnya tahun 15 Hijriah, terjadi penaklukan Baitul Maqdis (Yerusalem). Meskipun tidak secara eksplisit disebut dalam Al-Qur'an terkait bulan Rajab, beberapa catatan sejarah mengaitkan peristiwa besar ini dengan bulan tersebut. Ketika umat Islam memasuki Baitul Maqdis, Umar bin Khattab menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dengan memberikan jaminan kebebasan beragama bagi penduduk setempat, termasuk komunitas Yahudi dan Kristen.

Dalam peristiwa ini, Umar sendiri datang untuk menerima kunci kota dari pemimpin setempat, menunjukkan kerendahan hati dan keadilan Islam. Penaklukan ini menjadi simbol keberhasilan Islam dalam menyebarkan nilai-nilai damai dan toleransi di tengah masyarakat.

Dari berbagai peristiwa di atas, kita dapat mengambil hikmah bahwa keimanan yang kokoh, toleransi, pengorbanan, dan kepemimpinan yang adil adalah nilai-nilai yang harus terus kita amalkan dalam kehidupan. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj menanamkan kepercayaan pada hal-hal yang mungkin sulit dinalar, hijrah ke Habasyah menunjukkan pentingnya komunikasi dan penghargaan terhadap keadilan, dan penaklukan Baitul Maqdis mengajarkan bagaimana Islam menegakkan keadilan dan perdamaian bagi semua pihak.

Bulan Rajab adalah waktu yang istimewa untuk mengenang perjalanan sejarah Islam dan mengambil inspirasi dari perjuangan Rasulullah dan para sahabat. Dengan mengenang peristiwa-peristiwa tersebut, kita diingatkan untuk terus meningkatkan keimanan, memperkuat solidaritas, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. (RIZKI/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.