Oleh : Dr. Mulawarman Hannase, Lc., MA.Hum.
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Seorang ulama besar dari Maroko, dikenal sebagai bapak sosiolog yang pertama kali mendefinisikan antara peradaban, Ibnu Khaldun mendefinisikan budaya dan peradaban.
Budaya yang kita kenal dalam bahasa Inggris sebagai culture didefinisikan oleh Ibnu Khaldun. Bahwasanya semua yang dilahirkan oleh manusia itu disebut dengan sebagai Tsaqāfah jadi perilaku, kebiasaan yang dilahirkan oleh manusia disebut sebagai budaya.
Sebagaimana kita di Indonesia di bulan Ramadhan ini memiliki budaya. Puasa, shalat tarawih, cara kita membaca Al-Qur’an sama dengan negara lain, tetapi ada kebiasaan-kebiasaan adat budaya yang kita miliki di Indonesia khususnya di bulan Ramadhan ini yang tidak ada di Timur Tengah.
Jadi pelengkap dari ajaran itu atau perilaku yang dilahirkan oleh orang Indonesia dalam rangka melaksanakan ajaran ibadah itu Itulah disebut dengan budaya. Misalnya di Indonesia kita menggunakan mukena, sarung, peci saat shalat, sementara di Timur Tengah tidak pakai, atau ada tetapi sedikit sekali.
Apakah boleh kita pakai sarung, dan mukena? Boleh. walaupun itu kita berbeda dalam budaya, tapi disatukan dalam ajaran agama dan Ibnu khaldun sudah sudah mendefinisikan itu.
Kemudian yang kedua mendefinisikan peradaban, peradaban adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kemajuan yang pernah diraih dan dicapai oleh manusia. Di Indonesia kita pasti berbudaya, memiliki budaya tetapi apakah juga kita memiliki peradaban?
Jawabannya pasti ada. Apa buktinya bahwa umat Islam di Indonesia itu maju dan berperadaban? Salah satu buktinya adalah Masjid Istiqlal. Bisa tidak umat Islam di Indonesia membangun masjid Istiqlal yang sangat besar ini kalau dia tidak memiliki ilmu pengetahuan yang unggul dan tidak memiliki kemampuan ekonomi?
Artinya kita memiliki kemajuan ekonomi, kita memiliki kemajuan infrastruktur, buktinya adalah Masjid istiqlal. Sebagaimana Timur Tengah, Turki, bukti Islam pernah jaya di sana karena memiliki infrastrukturnya.
Apa bukti peradaban umat Islam pernah maju di Spanyol? Buktinya dengan adanya peninggalan infrastruktur yang besar seperti masjid Alhambra, Spanyol, ada bekas istana kerajaan Islam di sana. Ada juga masjid Cordoba. Itu adalah jejak-jejak peradaban.
Jadi semua kemajuan yang pernah diraih oleh umat manusia khususnya umat Islam itulah yang disebut dengan peradaban. Makanya bangsa yang memiliki peradaban Itu sudah pasti memiliki kebudayaan.
Kalau kita lihat sejarah, hampir semua peradaban umat Islam itu itu starting point-nya dimulai di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan sebagai contoh ialah sejarah Fathu Makkah.
Fathu Makkah atau pembebasan Makkah, Nabi diusir dari Makkah kemudian hijrah ke Madinah, Nabi ingin kembali lagi pada tahun 8 hijrah kemudian Nabi ingin kembali namanya kampung halaman.
Kembali ke Mekkah tapi di sana kan dikuasai oleh kafir Quraisy, Nabi tidak bisa kembali, jika beliau SAW kembali ke Makkah pasti dibunuh atau diusir. Oleh karena itu Nabi SAW kembali dengan membawa 10.000 pasukan, namun tidak ada perlawanan padahal nabi sudah siap-siap. Saat itu ada namanya Perjanjian Hudaibiyah.
Perjanjian Hudaibiyah itu perjanjian perdamaian antara penduduk Makkah dengan Nabi SAW 10 tahun tidak boleh perang, tapi ternyata kafir Quraisy itu melanggar perjanjian Hudaibiyah.
Akhirnya pada tanggal 20 Ramadhan, Nabi marah dan kembali ke Mekkah dengan membawa 10.000 pasukan.
Jadi peradaban Makkah kalau kita sekarang ke Makkah itu sungguh luar biasa megah. Masjidil Haram selalu diperluas. Ternyata semangat dari peradaban yang kita nikmati sekarang di Makkah yang sangat maju itu, ada tower zam-zamnya dan sebagainya itu starting point-nya adalah pada bulan Ramadhan.
Oleh karena itu jangan main-main dengan bulan Ramadhan, jangan bermalas-malasan di bulan Ramadhan, aktivitas yang kita mulai di bulan Ramadhan itu bisa jadi menjadi keberkahan dalam hidup dan bisa menjadi awal yang baik untuk kehidupan kita. Oleh karena itu marilah mengisi Ramadhan dengan hal yang bermanfaat.
Kemudian menyinggung tentang peradaban Spanyol, Andalusia, umat Islam sempat jaya di Spanyol selama 800 tahun 8 abad. Eropa pada abad pertengahan itu dipimpin oleh peradaban Islam, seorang sahabat nabi panglima perang Thariq Bin Ziyad membebaskan Spanyol dengan menyeberang dari selat gibraltar di Maroko, kemudian menundukkan Spanyol itu terjadi pada tahun 93 Hijriah pada 19 Ramadhan, dan ternyata peradaban Islam di sana waktu selama 8 abad itu sangat-sangat luar biasa maju.
Adapun Mesir juga dibebaskan oleh sahabat Nabi SAW pada bulan Ramadhan, yaitu Amr bin Ash yang juga seorang panglima perang. Jika kita dapati di Mesir itu banyak orang namanya Amr, nah itu karena yang membebaskan Mesir adalah seorang sahabat nabi panglima namanya Amru Bin Ash.
Dia juga yang membebaskan Syam, Yordania, Suriah, dan Mesir. Ternyata Mesir itu dibebaskan oleh umat Islam itu juga terjadi pada bulan Ramadhan dan kita lihat Mesir sekarang menjadi benteng pertahanan Ahlussunnah wal Jamaah, benteng pertahanan, ulama-ulama besar dunia itu adanya di Mesir ternyata ini juga karena keberkahan Ramadhan.
Itulah etos kerja kerja keras para ulama-ulama kita, para sahabat Nabi SAW di bulan Ramadhan. Kemudian di bangsa kita di negara kita kita memulai peradaban bangsa Indonesia ini juga pada bulan Ramadhan, tepatnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.
Kerja keras, perjuangan yang sesungguhnya bisa melahirkan peradaban besar. Oleh karena itu ulama ulama kita di Indonesia ini banyak peneliti termasuk imam besar Masjid istiqlal optimis nanti Indonesia akan menjadi kiblat peradaban Islam dunia.
Insyaallah ke depan kita akan besar karena ada tandanya yaitu kita di Indonesia ini kemerdekaan kita pada bulan Ramadhan deklarasi kemerdekaan itu pada bulan Ramadhan.
Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ…
Artinya : Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi…(QS.An-Nur [24] : 55).
Ini janji Allah subhanahu wa taala makanya di di sini lażīna āmanū minkum wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt, Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi salah seorang ulama tafsir kontemporer yang sangat terkenal yang sangat produktif mengatakan bahwa apa kelebihan peradaban kita umat Islam. Peradaban kita itu Amanu wa amilus sholihat itu beriman spiritualitas.
Bukti keimanan yang kuat itu adalah puasa. Makanya orang yang melakukan perang, jihad, atau bersungguh-sungguh kerja di bulan puasa itu tidak diragukan lagi pasti orang beriman. Itu peradaban spiritualitas yang kuat.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
وَيَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۚ وَٱلْكَٰفِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ
Arab-Latin: Wa yastajībullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa yazīduhum min faḍlih, wal-kāfirụna lahum 'ażābun syadīd
Artinya: “Dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.”
‘Amiluṣ-ṣāliḥāti di dalam Alquran terulang sebanyak 167 kali dengan derivasinya. Ini berulang-ulang kali 'amiluṣ-ṣāliḥāti itu menurut pandangan ulama kita itu memiliki makna yang luas. Waktu lahir atau melihat anak kecil pasti mengatakan semoga menjadi anak saleh.
Saleh menurut ulama kita itu tidak sekedar hanya rajin salat, puasa, tidak hanya sekedar sebagai orang yang taat beribadah tetapi juga 'amiluṣ-ṣāliḥāti juga mampu melakukan hal-hal yang baik, mampu melakukan perubahan-perubahan, mampu melakukan kontribusi dalam kehidupan itulah sholihat.
Oleh karena itu banyak sekali pembaharu di dunia ini, banyak sekali pahlawan, dan dalam bahasa Arab dimaknai dengan 'amiluṣ-ṣāliḥāti.
Oleh karena itu Syekh Mutawalli Asy-Sya'rawi menafsirkan 'amiluṣ-ṣāliḥāti sebagai syarat peradaban, di antaranya:
- Memiliki etos kerja, jika kita membaca di internet dari 20 negara yang etos kerjanya paling tinggi di antaranya seperti Jepang, Cina, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Mudah-mudahan Ramadhan ini menjadi motivasi bagi kita jangan hanya 'amiluṣ-ṣāliḥāti ibadah saja tetapi etos kerja juga.
- Pendidikan yang bagus, Saat ini berdasarkan lembaga survei negara yang paling bagus pendidikannya adalah Korea Selatan, Jepang, Singapura, Belanda, Amerika Serikat. Dengan tiadanya kita di antara negara-negara dengan pendidikan terbaik, maka kita perlu mengubah paradigma, membangun sebuah paradigma baru bahwa amal saleh 'amiluṣ-ṣāliḥāti itu bukan hanya sekedar ibadah, tetapi juga harus etos kerja dan harus kualitas pendidikan. Saat ini kurikulum di Indonesia adalah Deep Learning.
- Inovasi, kita masih perlu terus berbenah membangun inovasi.
Jamaah yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, mudah-mudahan momentum Ramadhan ini kita mampu mengubah paradigma kita menjadi negara yang memimpin peradaban tapi tentunya tadi dengan ajaran Al Qur'an itu kita membangun etos kerja, kita membangun pendidikan, dan kita membangun inovasi. (RIZKI/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.