Foto: Dok. Media Istiqlal

Mengenal Biografi 5 Sosok Imam Besar Istiqlal dari Masa ke Masa

Admin 29 Oct 2024 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Masjid Istiqlal yang terletak di di Jakarta, merupakan Masjid terbesar di Asia Tenggara dan Masjid ini merupakan kebanggaan bangsa Indonesia, dan sebagai ungkapan dan wujud dari rasa syukur bangsa  dan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Masjid Istiqlal juga memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinan Imam Besar yang bertanggung jawab atas operasional dan kegiatan keagamaan. Yuk ketahui biografi singkat lima imam besar Istiqlal dari masa ke masa, berikut adalah daftar beberapa nama Imam Besar Masjid Istiqlal:

1. K.H. A. Zaini Miftah (1970-1980)

K.H. A. Zaini Miftah berasal dari Madura, Jawa Timur.  Beliau merupakan Imam besar Masjid Istiqlal pertama. Menteri Agama KH. M. Dahlan, Menteri Agama Indonesia yang ke-11, mengangkat beliau KH. Zaini Miftah sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal yang pertama periode tahun 1970 sampai tahun 1980.

K.H. A. Zaini Miftah adalah tokoh agama terkemuka pada zamannya yang berjasa pada saat merintis berdirinya Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ). PTIQ secara khusus untuk mengajarkan seni membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Beliau dikenal sebagai sosok yang berwibawa, kharismatik, dan sangat dicintai umat.

Fatwa dan nasihat-nasihat beliau dikenang, yang terutama adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) atau lomba membaca Al-Qur’an yang sampai sekarang masih terus diadakan secara rutin.  

2. K.H. Muchtar Natsir (1980-2004)

KH. Muchtar Natsir berasal dari Ketapang, Kalimantan Barat. Beliau pernah mengenyam pendidikan di Darul Ulum Qismil Ali, di Mekah, Saudi Arabia. Merupakan Imam yang bersuara bagus, cengkok dan logat bahasa Arab-nya amat jelas dan khas, kemampuan agamanya juga sangat mumpuni.  

Kelebihan itu kemudian membuatnya dipercaya menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal sejak 15 Februari 1985 sampai Senin 29 Maret 2004, genap berusia 79 tahun.

K.H. Muchtar Natsir menjabat sebaga Imam Besar Masjid Istiqlal dengan masa jabatan terlama yaitu selama 24 tahun. Sebelum menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, beliau pernah juga menjabat sebagai Kanwil Departemen Agama dan Direktur Urusan Agama Islam Departemen Agama.

Beliau tutup usia pada hari Senin, 29 Maret 2004 pukul 18.35 di usia 79 tahun yang bertempat di Ruang ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto karena stroke yang telah dideritanya selama 19 bulan. Beliau dimakamkan di Taman Makam Umum (TPU) Tanah Kusir pada Selasa, 30 Maret 2004 pukul 09.00 WIB.

3. K.H. Nasrullah Jamaluddin (1990-2005)  

K.H. Nasrullah Jamaluddin lahir di Barabai tanggal 19 Februari 1954. Pada tahun 1986 Nasrullah kembali ke tanah air, diminta mengajar di PTIQ dan IIQ Jakarta.

Pada tahun 1990 diminta oleh Menteri Agama untuk menjadi Imam di Mesjid Istiqlal Jakarta dan berakhir pada tahun 2006.

Dalam keseharian Nasrullah lebih banyak mempelajari dan mengajarkan bacaan Al-Qur'an dan ulumul Qur'an kepada masyarakat, baik kepada para qariah maupun masyarakat umum.

4. Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya’qub, M.A. (2005-2016)

Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya’qub, M.A. adalah Imam Besar Masjid Istiqlal yang berasal dari Kemiri, Batang, Jawa Tengah. Pada tahun 1976 ia menuntut ilmu di Fakultas Syariah Universitas Islam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia dan lulus dengan mendapatkan ijazah license pada tahun 1980.

Beliau melanjutkan lagi pendidikannya di Universitas King Saud, Riyadh, Saudi Arabia, Jurusan Tafsir dan Hadits dan tamat dengan memperoleh ijazah Master 1985, dan pada tahun 2005- 2008 ia melanjutkan pendidikannya S3 di Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam.

Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Yaqub adalah ulama hadits Indonesia yang sempat menjabat sebagai Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muballighin, Anggota Komiis Fatwa MUI Pusat, dan Ketua STIDA Al-Hamidiyah Jakarta. Berkat keahliannya dalam Ilmu Hadits, ia mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus Sunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan dan Janda Baik, Pahang, Malaysia.

5. Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. (2016-sekarang)

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A lahir di Ujung-Bone (Sulawesi Selatan) pada tanggal 23 Juni 1959 dari ayah bernama Andi Muhammad Umar dan Ibu Bernama Andi Bunga Tungke.

Sebelum menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, K.H. Nasaruddin Umar pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama pada tahun 2011-2014. Beliau juga pendiri organisasi lintas agama untuk masyarakat umat beragama dan Dirjen di Departemen Agama.

K.H. Nasaruddin Umar memiliki banyak penghargaan yang diraih atas kerja dan karya yang pernah beliau ciptakan, diantara lain seperti Bintang Karya Satya dari Presiden RI tahun 2001, International Best Leadership Award tahun 2002, dan Penghargaan Mahaputra dari Presiden RI tahun 2014.

Para Imam Besar yang pernah memimpin hingga Imam Besar yang sampai saat ini telah memberikan kontribusi luar biasa, baik dalam ranah spiritual ataupun sosial, bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. (RST/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.