Oleh: Muchlis M Hanafi
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Takwa yang membimbing langkah kita agar selalu berada di jalan yang diridhai-Nya. Hanya dengan berbekal takwa, kita akan selamat di dunia dan akhirat. Allah ﷻ berfirman: "Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali ‘Imran: 102)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Saat ini kita hidup dalam era modernitas; zaman yang dipenuhi dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi yang serba canggih. Kehidupan manusia berubah drastis dibandingkan masa lalu. Internet menghubungkan manusia di seluruh dunia, transportasi semakin cepat, dan kemajuan medis telah menyelamatkan banyak nyawa. Namun, di balik semua kemajuan itu, kita juga menyaksikan berbagai krisis besar yang melanda dunia, antara lain:
1.Krisis Moral dan Akhlak
Menurut laporan Transparency International (2023), korupsi masih menjadi permasalahan besar di banyak negara, termasuk di dunia Muslim. Ketidakjujuran dalam berbagai sektor, dari bisnis hingga pemerintahan, semakin merusak sendi-sendi keadilan.
Kejahatan berbasis kekerasan dan pergaulan bebas meningkat tajam di banyak negara. Pornografi dan eksploitasi seksual yang semakin mudah diakses melalui internet, menyebabkan degradasi moral yang signifikan.
Hedonisme dan materialisme menguasai gaya hidup modern. Survei dari Pew Research Center (2022) menunjukkan bahwa kebahagiaan semakin dikaitkan dengan harta dan status sosial, sementara nilai-nilai moral semakin terpinggirkan.
2. Krisis Spiritual
Meski kemajuan teknologi semakin pesat, data dari Gallup (2022) menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup justru menurun di banyak negara maju. Ini menunjukkan adanya kekosongan spiritual dalam masyarakat modern. Selain itu, organisasi kesehatan dunia WHO melaporkan bahwa lebih dari 280 juta orang di dunia mengalami depresi, dan angka ini terus meningkat setiap tahun.
Salah satu penyebabnya adalah kehilangan makna hidup yang sebenarnya. Banyak orang yang lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi melupakan nilai-nilai spiritual yang bisa memberikan kedamaian dan ketenangan hati.
3. Krisis Sosial
Individualisme semakin menguat. Sebuah penelitian dari Harvard University menunjukkan bahwa jumlah orang yang merasa kesepian meningkat drastis dalam dua dekade terakhir, meskipun mereka hidup dalam masyarakat yang serba terkoneksi. Ketimpangan ekonomi semakin lebar. Data dari Oxfam internasional (2023), organisasi nirlaba yang fokus mengatasi ketimpangan ekonomi, menunjukkan bahwa 1% orang terkaya di dunia memiliki lebih banyak kekayaan daripada 99% populasi lainnya. Satu hal yang mencerminkan ketidakadilan ekonomi yang terus berlanjut.
Konflik sosial dan ketidakadilan meningkat. Laporan Global Peace Index (2023) mencatat bahwa ketegangan sosial, diskriminasi, dan ketidakadilan telah menyebabkan meningkatnya demonstrasi dan kekerasan di berbagai belahan dunia.
4. Krisis Keluarga
Perceraian meningkat di banyak negara, terutama dalam dua dekade terakhir. Ini menunjukkan melemahnya institusi keluarga sebagai pondasi utama masyarakat. Banyak anak kehilangan bimbingan orang tua. Laporan dari UNICEF menyatakan bahwa semakin banyak anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh, menyebabkan mereka rentan terhadap kenakalan remaja dan kehilangan pegangan moral. Keharmonisan rumah tangga semakin sulit ditemukan. Kesibukan kerja, pengaruh media sosial, dan gaya hidup modern sering kali membuat hubungan keluarga menjadi renggang.
Semua krisis ini menunjukkan bahwa modernitas tanpa bimbingan moral dan spiritual hanya akan membawa kehancuran. Oleh karena itu, kita membutuhkan pedoman yang bisa mengarahkan kehidupan kita agar tidak tersesat dalam arus zaman. Sebagai Muslim, sudah saatnya kita kembali mengkaji, mentadabburi dan mengamalkan Al-Qur`an sebagai pedoman, sekaligus solusi, dalam hidup dan kehidupan.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
﴿ اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ ٩ ﴾ ( الاسراۤء/17: 9)
Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar, (Al-Isra'/17:9)
Sidang jumat yang dimuliakan Allah Swt
Peradaban sejati diukur dari kuatnya nilai-nilai akhlak yang dipegang masyarakatnya. Oleh karena itu, kita perlu membangun peradaban berbasis akhlak sebagaimana yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Dalam salah satu sabdanya beliau mengatakan: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Peradaban yang agung bukan hanya diukur dari kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dijunjung tinggi. Dalam mencapai itu kita perlu melakukan beberapa langkah berikut:
1.Menanamkan Pendidikan Akhlak Sejak Dini
Pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Rasulullah ﷺ mencontohkan bagaimana beliau mendidik para sahabat dengan akhlak mulia, sehingga mereka menjadi generasi terbaik dalam sejarah Islam. Oleh karena itu, pendidikan harus kembali berorientasi pada pembentukan karakter dan akhlak.
2. Mengamalkan Nilai-Nilai Kejujuran dan Amanah
Peradaban yang kuat dibangun di atas dasar keimanan dan kepercayaan. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk selalu berkata benar dan menepati janji. Allah ﷻ berfirman: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil." (QS. An-Nisa: 58)
3. Menegakkan Keadilan dalam Segala Aspek Kehidupan
Rasulullah ﷺ membangun Madinah dengan prinsip keadilan yang universal. Tidak ada diskriminasi. Semua warga negara mendapatkan haknya. Jika umat Islam ingin membangun peradaban yang besar, maka keadilan harus menjadi prinsip utama dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Sumber Inspirasi
Peradaban Islam yang gemilang di masa lalu lahir dari masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama. Oleh karena itu, kita harus kembali kepada Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai solusi dalam menghadapi tantangan modernitas.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Akhlak atau nilai-nilai moral merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. Dalam surah al-Fajr : 6-13 Allah menyebut tiga kelompok umat manusia dengan hasil pembangunan yang mengagumkan.
Pertama, kaum `Ad yang bermukim di kota Iram serta dilukiskan oleh surah tersebut sebagai memiliki bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah diciptakan, yakni dibangun bangunan kota seperti di negeri-negeri lain.
Kedua : kaum Tsamud yang memiliki kemahiran dalam bidang seni sehingga mampu memahat gunung dengan sangat mengagumkan.
Ketiga : kaum Firaun yang memiliki kemampuan teknologi yang demikian mengagumkan antara lain kemampuan mereka membangun piramida-piramida yang demikian kokoh dan indah.
Ketiga kelompok masyarakat itu binasa karena keruntuhan akhlak mereka kendati mereka maju dalam bidang material. Tanpa akhlak mulia masyarakat bangsa tidak dapat tegak. Dari sini sungguh tepat kalimat bersayap Buya Hamka:
Tegak rumah karena sendi, Runtuh budi rumah binasa
Sendi bangsa adalah budi, Runtuh budi runtuhlah bangsa
Bulan Ramadhan yang sedang kita jalani merupakan sebuah momentum untuk membangkitkan kesadaran kita bahwa sudah saatnya kita membangun kembali peradaban yang berbasis akhlak. Berbicara akhlak Islam tidak akan lepas dari Al-Qur`an. Jangan sampai modernitas membuat kita kehilangan jati diri sebagai umat yang berpegang teguh pada ajaran Islam. Mulailah dari diri sendiri, dari keluarga, dari lingkungan sekitar, hingga akhirnya membentuk sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak. Mudah-mudahan Allah ﷻ memberikan kita kekuatan untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan menjadikan Islam sebagai cahaya bagi dunia ini. Amin ya Rabbal ‘Alamin. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.