KAJIAN ZHUHUR PILIHAN
TAFSIR Al-MARAGHIY: HATI YANG TERKUNCI KEMUNAFIKAN: QS. AL-BAQARAH/2:10
Oleh: Drs.H. Hasanuddin Sinaga, MA
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pembahasan ini adalah mengenai ayat:
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (10)
Artinya: “Dalam hati mereka, terdapat penyakit, lantas Allah menambah penyakit mereka. Bagi mereka siksa yang menyakitkan, disebabkan mereka berdusta.”
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ) القلوب هنا العقول، وهو تعبير معروف عند العرب، كأنهم لاحظوا أن القلب يظهر فيه أثر الوجدان الذي هو السائق إلى الأعمال كاضطرابه حين الخوف أو اشتداد الفرح.
Penyakit yang sudah ada di hati, dari hari ke hari bertambah. Kata qulub kadang dimaknai sebagai akal. Bisa dimaknai juga pikiran mereka salah, atau ada yang melenceng dari pikiran mereka. Seolah-olah orang Arab itu merasakan bahwa dalam hati ada sesuatu ya yang mendorong seseorang berupa perasaan.
Perasaan itu menjadi pendorong untuk melakukan sesuatu. Apa yang kita pikirkan akan mendorong kita melakukan sesuatu. Karena itu jagalah pikiran anda. Pikiran akan menjadi perbuatan kelamaan menjadi perbuatan dan akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan anda maka itu akan menjadi karakter yang tak bisa hilang dan melekat. Semuanya berawal dari hati semua , maka hati-hati dengan pikiran. Berpikirlah yang baik-baik karena itu yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu.
ومرضها ما يطرأ عليها مما يضعف إدراكها وتعقلها لفهم الدين ومعرفة أسراره وحكمه، وفقدان هذا الإدراك هو الذي عبّر عنه القرآن بقوله: (لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِها).
Penyakit ini bisa datang sekonyong-konyong, kalau sudah ada penyakit dalam hati maka akan melemahkan akal. Bila batin sudah berpenyakit maka akal tidak bisa berfungsi, tidak bisa lagi mengenali dan memahami agama, rahasia-rahasia agama dan hukum-hukum agama.
Sehingga hilang pengetahuan tentang apa yang, hilang lah akal sehat. Mereka punya hati tetapi hatinya tidak bisa lagi memahami, sudah tidak bisa berfungsi untuk memahami.
ومن أسباب ذلك الجهل والنفاق والشك والارتياب والحسد والضغينة إلى غير ذلك مما يفسد الاعتقاد والأخلاق ويجعل أحكام العقل في اضطراب.
Bodoh ini bukan tidak tahu, tetapi tidak mau melakukan apa yang ketahui. Jahiliyyah itu karena bukan pada masalah yang bersifat fisik, tetapi bodohnya itu yang bersifat substansi atau nilai. Bila sudah tidak bisa lagi membedakan nilai maka tidak peduli dengan etika dan moral.
Bisa juga disebabkan karena sifat munafik, tahu kebenaran te tapi menyembunyikan dan menolak kebenaran. Bisa juga karena syak dan irtiyab, syak itu keraguan yang lebih dari irtiyab.
Bisa juga karena atau kedengkian. Segala bentuk penyakit berupa kebodohan, munafik, ragu-ragu terhadap ajaran agama, rasa iri-dengki akan merusak akal, bisa merusak akidah, merusak akhlak, menjadikan akalnya goncang dan kehilangan akal sehat.
وقد وجد هذا المرض عند هؤلاء المنافقين حين كانوا في فترة من الرسل فلم يكن لهم حظ من قراءة كتب الدين إلا تلاوتها، ولا من أعماله إلا إقامة صورها دون أن تنفذ أسرارها إلى القلوب، فتهذب النفوس وتسمو بها إلى فضائل الأخلاق والتفقه في الدين.
Ayat ini diturunkan kepada orang-orang munafik zaman Nabi Sallallahu alahi wasallam. Meskipun mereka membaca kitab maka bacaan itu tidak sampai kepada hati. Baik ahli kitab dari kelompok Yahudi maupun Nasrani. Bacaan itu tidak tidak lebih dari hanya sekedar bacaan semata tidak sampai menembus hati.
Kalaupun beribadah, ibadahnya tidak menyebabkan hati menjadi bersihkalaupun shalat hanya kumpulan gerakan saja. Orang-orang munafik itu kalau melakukan ibadah tujuannya untuk menipu Allah, namun malah mereka yang tertipu oleh diri sendiri.
Kalupun shalat maka akan bermalas-malasan dan berbuat riya. Tidak mengingat Allah dalam shalatnya itu kecuali sedikit saja.
(فَزادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا) بعد أن جاء النذير البشير ومعه البرهان القاطع، والنور الساطع، وأبوا أن يتبعوه، وزاد تمسكهم بما كانوا عليه، فكان ذلك النور عمى في أعينهم، ومرضا في قلوبهم، وتحرّقت قلوبهم حسرة على ما فاتهم من الرياسة، وحسدا على ما يرونه من ثبات أمر الرسول وعلوّ شأنه يوما بعد يوم.
Maka Allah tambahkan penyakit itu, jadi hati yang sudah berpenyakit ditambahi lagi oleh Allah.
Setelah datang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang membawa peringatan dan kabar gembira dengan bukti-bukti yang nyata tentang kenabian dan kerasulannya wur dengan cahaya yang begitu terang benderang mereka tetap saja berpaling, tidak mau beriman. Merka adalah orang-orang munafik di Madinah salah satu tokohnya Ubay bin Salulbin Ubay bin salul.
Begitu melihat dakwah nabi itu semak hati terbakar. Orang-orang munafik di Madinah dengki kepada Nabi, setelah melihat dakwah Nabi semakin menyebar terbakar hati mereka karena merasa dapat saingan baru dan takut kehilangan popularitas.
وَلَهُمْ عَذابٌ أَلِيمٌ) أليم، من ألم يألم فهو أليم بمعنى مؤلم (بفتح اللام) إذ يصل ألمه إلى القلوب، وصف به العذاب نفسه لبيان أن الألم بلغ الغاية حتى سرى من المعذّب (بفتح اللام) إلى العذاب المتعلق به.
Istilah azab yang pedih ini karena perasaan itu kepedihan itu terasa sampai ke hati. Rasa tersiksa ini disifati sebagai azab yang sangat pedih itu untuk menunjukkan atau mensifat bahwa begitulah azab itu menusuk sampai ke diri mereka sampai teramat dalam.
(بِما كانُوا يَكْذِبُونَ) أي بسبب كذبهم في دعواهم الإيمان بالله واليوم الآخر، فهم لم يصدّقوا بأعمالهم ما يزعمونه من حالهم، وقد جعل العذاب جزاء الكذب دون سائر موجباته الأخرى كالكفر وغيره من أعمال السوء، للتحذير منه وبيان فظاعته وعظم جرمه، وللإشعار بأن الكفر من محتوياته، وإليه ينتهى في حدوده وغاياته، ومن ثمّ حذّر منه القرآن أتمّ التحذير، فما فشا في أمة إلا كثرت فيها الجرائم، وشاعت فيها الرذائل، فهو مصدر كل رذيلة، ومنشأ كل كبيرة،
Mereka sampai mendapatkan azab seperti itu disebabkan oleh perbuatan mereka yang suka berdusta. Karena sifat dusta mereka terhadap dakwah-dakwah yang disampaikan kepada mereka untuk beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat.
Mereka menerima azab karena perbuatan dusta mereka bukan karena kekafiran. Dusta adalah sumber dari kekafiran. Bila dalam dalam masyarakat sifat dusta sudah tersebar maka itu adalah awal dari sumber munculnya dosa-dosa dan kedurhakaan.
وقد روي عن النبي ﷺ أنه قال: « إياكم والكذب فإنه مجانب للإيمان ».
Nabi mengingatkan untuk menghindari kebohongan, karena akan menjauhkan dari keimanan. Sering berhohong akan menjadikan seseorang menjadi pembohong, lama-lama menjadi kebiasaan hingga menjadi karakter.
Kalau sudah ada sifat bohong dalam hati kita maka hati itu sudah berpenyakit dan terkunci. Yang di luar tidak bisa masuk dan yang di dalam tidak bisa keluar . Bagaimana mungkin iman yang yang datang dari luar semisal dakwah Nabi dan nasihat orang-orang shaleh akan masuk ke dalam hati, dan bagaimana mungkin sifat-sifat munafiknya akan keluar karena dia sudah dikunci yang di dalam.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.