Oleh: KH. Ahmad Muzakkir Abdurrahman, Lc, MA
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Penilaian terbaik mengenai tingkat maksimalnya ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan ini bukan datang dari orang lain, akan tetapi dari diri sendiri. Di antara banyaknya ibadah yang kita laksanakan di bulan penuh keberkahan ini, salah satunya adalah membaca Al-Qur'anul Karim.
Terdapat pengingat yang dapat menjadi bahan renungan bagi kita bersama tentang bulan suci Ramadhan, misalnya dengan memanfaatkan waktu untuk semakin dekat dengan Al-Qur'anul Karim.
Banyak faktor pendukung yang dianjurkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengenai anjuran membaca Al-Qur'an. Tentunya dikarenakan Al-Qur'anul Karim ini pertama kalinya diwahyukan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pada bulan suci Ramadhan. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'an pada surat Al-Baqarah ayat 185 :
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ١٨٥
Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. (QS. Al-Baqarah [2]:185)
Bulan suci Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk penting untuk kita, umat manusia. Dan juga fungsinya dari Al-Qur'an ini selain menjadi petunjuk penting bagi umat manusia juga berfungsi sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Kitab suci Al-Qur'an yang memiliki fungsi yang sangat penting bagi kita sebagai umat manusia ini justru diturunkan di bulan suci Ramadhan sehingga sudah sepantasnya demi menghormati kemuliaan bulan suci Ramadhan alangkah baiknya kita memperbanyak membaca Al-Qur'anul Karim.
Mari kita jadikan Ramadhan sebagai bulan yang di mana di dalam rutinitas setahun periode aktivitas kita. Mari sama-sama kita usahakan di bulan suci Ramadhan ini, kita bisa maksimal dalam membaca Al-Qur'an. Karena tentunya banyak sekali hal-hal yang memicu tentang mengapa Al-Qur'an ini juga sangat spesial di bulan suci Ramadhan. Al-Qur'an begitu spesial di bulan suci Ramadhan salah satunya adalah karena adanya hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwasanya :
ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ
Artinya : Ibnu 'Abbas Radliallahu 'anhu berkata, "Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan, dan kelembutan beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika (malaikat) Jibril alaihissalam datang menemui beliau." "(Malaikat) Jibril AS datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Alquran) hingga Alquran selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Jadi di bulan suci Ramadhan inilah momen yang digunakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk membaca Al-Qur'an di hadapan Malaikat Jibril Alaihissalam, sehingga ketika melihat kedisiplinan dan ketekunan Rasulullah dalam membaca Al-Qur'an di bulan suci Ramadan maka kita sebagai umatnya tentu harus semaksimal mungkin bisa meniru Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Jangan sampai ketika datang bulan suci Ramadan justru kita enggan untuk melihat Al-Qur'an, justru kita menghindari untuk membaca Al-Qur'an, terlebih lagi jika terdapat orang yang membaca Al-Qur'an di dalam sholatnya kita malah kecewa, berat hati mendengar orang membaca Al-Qur'an, itu merupakan hal-hal yang harus kita hindari.
Karena di bulan suci Ramadhan ini, pahala akan dilipat gandakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi sudah sewajarnya bagi kita umat muslim yang beriman untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Apalagi kalau kita sudah biasa melazimkan bacaan Al-Qur'an, tidak hanya Juz Amma saja, kita bisa melazimkan membaca Al-Qur'an di dalam shalat kita, seperti hari ini halaman 1, lalu besok halaman 2.
Tentu itu merupakan satu anugerah kenikmatan yang luar biasa untuk kita. Karena membaca Al-Qur'an tentu mendapat nilai pahala ibadah yang luar biasa sebagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang memastikan dan memberikan kita jaminan kepada orang-orang yang suka membaca Al-Qur'an.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda :
وَعَن رَسُولُ اللَّه (صَلَى اللَّهُ عَلَيهِ وَآلِه) قَالَ:
إِقْرَأُوا الْقُرْاٰنَ فَإِنَّ اللّٰهَ لَا يُعَذِّبُ قَلْبًا وَعَى الْقُرْاٰنَ. إِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَأْدُبَةُ اللّٰهِ. فَمَنْ دَخَلَ فِيْهِ أَمِنَ. وَمَنْ أَحَبَّ الْقُرْاٰنَ فَلْيُبَشِّ
Artinya : Rasulullah saw bersabda: "Bacalah Al-Qur'an. sungguh Allah swt tidak akan mengazab hati yang mengandung Al-Qur'an. Sungguh Al-Qur'an merupakan perjamuan Allah. Siapa yang masuk di dalamnya, maka dia aman. Siapa yang mencintai Al-Qur'an, maka berbahagialah!"
Tentu banyak sekali riwayat-riwayat tentang keutamaan membaca Al-Qur'an di bulan suci Ramadhan. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya membaca Al-Qur'an adalah amalan yang paling afdal yang dikerjakan oleh umatku.
Rasulullah bersabda :
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).
Ditambah lagi ketika kita membaca Al-Qur'an tentunya Al-Qur'an ini kelak akan memberikan pertolongan kepada kita.
Rasulullah SAW bersabda :
اقْرَؤُوا القُرْآنَ فإنَّه يَأْتي يَومَ القِيامَةِ شَفِيعًا لأَصْحابِهِ
Artinya: “Bacalah kalian semua Alquran, sesungguhnya (bacaan) itu nanti dapat menjadi perisai yang menemani sahabatnya.”
Al-Qur'an kelak akan mendatangi orang-orang yang suka membacanya untuk berikan pertolongan di hari kiamat.
Tentu banyak sekali keutamaan-keutamaan yang harus dan sudah sepantasnya bagi kita umat muslimin untuk menjaga dan membiasakan diri membaca Al-Qur'an, walaupun masih banyak di antara kita yang mungkin membaca Al-Qur'an masih terbata-bata.
Namun jangan sampai ketidakmampuan kita justru melemahkan semangat. Mari kita sama-sama belajar, tidak ada yang sempurna, asalkan mau belajar Insya Allah semua akan dinilai pahala kebaikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Perihal membiasakan diri kepada hal-hal yang tidak biasa tentu tidak nyaman dan terasa berat. Sebagai contoh, ketika kita mungkin masih terbata-bata membaca, satu halaman saja sudah beratnya luar biasa. Kalau satu halaman berat, bacalah setengah halaman. Kalau setengah halaman berat, bacalah satu ayat.
Kalau kita sudah terbiasa membaca satu ayat tentu akan terasa ringan. Membaca satu ayat sedikit demi sedikit maka kita akan menambah dari satu ayat menjadi dua ayat, dari dua ayat bertambah menjadi tiga ayat dan seterusnya.
Maka dari itu, tentu berat bagi orang-orang yang menghafalkan Al-Qur'an karena tentunya orang yang menghafal Al-Qur'an harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Selain fokus untuk menambah hafalan, juga harus fokus mengulangi ayat yang sudah dihafal. Oleh sebab itu, bagi yang sudah hafal Al-Qur'an sudah seharusnya membaca Al-Qur'an setiap hari, sebagaimana kedisiplinannya dalam menjaga waktu shalat.
Karena kalau kita sudah terbiasa membaca Al-Qur'an maka itu sudah menjadi rutinitas kita, kalau dalam sehari saja kita tidak membaca Al-Qur'an maka akan terasa gundah gulana luar biasa, akan terasa galau hati kita kalau kita bayangkan.
Serupa ketika kita sudah terbiasa shalat lima waktu dan ketika sudah hendak memasuki waktu shalat dan kita belum mengerjakan shalat tentu ada terasa ganjal di hati kita, tentu akan terasa berat hati kita karena sudah terbiasa. Apalagi kalau kita suka membaca Al-Qur'an, merutinkan membaca Al-Qur'an. Semisal satu hari satu juz, kalau kurang dari satu juz hati akan terasa berat.
Maka dari itu, mari kita biasakan diri dengan hal-hal yang positif, terlebih kita sedang berada di bulan suci suci Ramadhan. Mudah-mudahan dengan datangnya bulan suci Ramadhan ini menambah semangat, menambah kekuatan kita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Mudah-mudahan bulan suci Ramadhan 1446 ini menjadi Ramadhan yang terbaik di dalam umur kita. Kita bisa manfaatkan momentum bulan suci Ramadhan ini untuk membersihkan diri kita dari dosa-dosa selama 11 bulan yang lalu, begitu juga mari jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai bentuk latihan, pengembangan diri untuk menjadi insan yang lebih mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan terbiasa melakukan aktivitas-aktivitas ibadah yang biasanya tidak kita kerjakan di luar bulan suci Ramadhan. (Shabrina/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.