Oleh : Dr. KH. Muchlis M. Hanafi, MA
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Saat ini kita sedang berada di bulan Februari. Saya ingin mengingatkan bahwa di setiap tanggal Februari masyarakat dunia itu memperingati apa yang disebut dengan hari persaudaraan manusia internasional atau sedunia. Setiap tanggal 4 Februari ini ditetapkan oleh PBB mengacu pada peristiwa penandatanganan dokumen persaudaraan manusia di Abu Dhabi 4 Februari 2019 antara pemimpin tertinggi Al Azhar Grand Syekh al azhar Prof Dr Ahmad at Thayyib dengan pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.
Lalu kemudian tanggal penandatangan dan dokumen bersejarah itu ditetapkan oleh PBB sebagai hari persaudaraan manusia sedunia dan diperingati setiap tahun. Oleh karenanya pada kesempatan siang hari ini kita akan membahas satu topik yang terkait dengan persaudaraan manusia kita akan membahas topik tentang merawat Jagad merawat alam merawat lingkungan.
Apa hubungan antara persaudaraan manusia dengan pelestarian lingkungan sepertinya ini dua hal yang yang tidak ada hubungannya. Padahal kalau kita lihat banyak konflik dan bencana kemanusiaan banyak krisis sosial yang terjadi di berbagai belahan dunia itu sering sekali terjadi atau berakar pada persoalan lingkungan.
Kita baca misalnya laporan dari World Bank tahun 2023 di situ dilaporkan melihat trennya itu diramalkan nanti tahun 2050 akan terjadi migrasi perpindahan orang secara terpaksa bahkan angkanya cukup fantastis ada sekitar 216 juta orang di beberapa kawasan yang berisiko tinggi.
Itu akan terjadi migrasi paksa Akibat apa akibat perubahan iklim perubahan iklim ini memang sangat mengganggu sekali dampaknya itu bisa kita lihat dan bisa kita rasakan saat ini iklim atau cuaca itu semakin panas kalau sudah semakin panas itu nanti konsekuensinya es yang ada di Kutub utara kutub selatan Itu mencair lalu kemudian ke laut lautnya jadi naik. Akhirnya airnya itu melimpah ke daratan yang sehingga sering sekali terjadi yang disebut dengan ROB.
Ini dampaknya banyak sekali banjir kekeringan paceklik yang berkepanjangan kebakaran hutan yang terjadi di Los Angeles belum lama ini itu karena iklim yang sangat panas. Ini tidak hanya merusak lingkungan ekosistem ya tapi juga itu berakibat apa berakibat kelangkaan pangan.
Maka presiden kita sekarang ini mengejar betul ketahanan pangan itu karena sadar akan perubahan iklim. Maka dikejar program ketahanan pangan sebab kalau tidak itu nanti orang akan rebutan akan terjadi perebutan sumber daya alam dari situ apa kemudian timbul konflik antar bangsa kalau sudah konflik persaudaraan itu menjadi terganggu. Jadi ini hubungan antara Tema kita tentang persaudaraan dengan pelestarian lingkungan jadi banyak sekali ketegangan geopolitik di berbagai wilayah dunia itu terjadi karena apa.
Karena akibat keterbatasan sumber daya alam, air itu dalam beberapa tahun terakhir ini misalnya Mesir bersitegang dengan Ethiopia karena Ethiopia itu salah satu negara yang juga dialiri sungai Nil bersama Mesir dibuat bendungan yang besar sekali. Dia mau isi bendungan itu, itu kan mengurangi air sungai nil yang yang melewati ke Mesir. Jadi ini persoalan mengapa dibuat bendungan karena dia ingin membangun ketahanan pangan energi listrik dan lain sebagainya.
Jadi sering sekali dampak dari perubahan iklim ini memicu ketegangan konflik antar berbagai negara dan ini sudah diakui bahwa perubahan iklim ini menjadi salah satu ancaman terbesar sekarang ini ancaman terhadap stabilitas global.
Oleh karenanya kita tidak perlu atau tidak hanya menyerahkan persoalan ini kepada pemerintah ya karena dampak perubahan iklim ini kita yang merasakan. Sekarang ini kalau dulu di rumah-rumah kita tidak perlu AC sekarang harus AC kalau sudah AC pengeluaran kita semakin banyak dampak ke ekonominya ada.
Maka saya kira kita perlu mengkaji ini dari berbagai aspek ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau ahli-ahli tentang lingkungan tapi tanggung jawab kita semua karena kita semua merasakan dampaknya.
Maka tentu dalam konteks ini kita ingin melihat ya bagaimana kita sebagai umat beragama sebagai umat Islam bagaimana Alquran dan Sunnah memberikan tuntunan agar kita ini berikut serta dalam melestarikan lingkungan. Tidak perlu menjadi aktivis lingkungan tapi kita sebagai manusia setiap warga dunia yang merasakan dampak dari perubahan iklim ini akibat kerusakan lingkungan harus ikut bertanggung jawab harus ikut melakukan sesuatu sekecil apapun.
Tahun 2023 mungkin masih ada yang ingat ya itu itu panasnya terasa sekali pak di bulan Juni Juli waktu itu bahkan sekjen PBB itu sudah mengingatkan kita ini ancaman perubahan iklim itu bukan nanti tapi sudah terjadi sekarang ini ibarat kata kita itu seperti menaiki kendaraan di jalan tol yang menuju neraka akibat perubahan iklim lalu pedal gasnya itu kita tancep terus.
Jadi begitu cepatnya kita menuju ke arah yang disebut dengan neraka iklim itu kita tidak sadar bahkan kita membiarkan itu terjadi. Oleh karena itu saya kira kita harus melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya hal-hal yang lebih besar ini kalau kita baca banyak laporan-laporan dari badan internasional terkait ini memang sangat mengkhawatirkan sekali dampak yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan oleh perubahan iklim. Dan itu berdampak ke persoalan ekonomi persoalan sosial persoalan politik dan lain sebagainya, yang mengakibatkan ada ketegangan ada ketidak harmonisan antara sesama manusia. Awalnya itu karena kita tidak harmonis dengan alam maka maka hubungan kita antar sesama manusia pun menjadi tidak harmonis.
Lalu kemudian kita perlu menggali ajaran-ajaran yang ada dalam agama kita bagaimana agama memberikan tuntunan agar kita semua bertanggung jawab merawat alam merawat Jagad merawat alam semesta ini. Kalau kita buka lembaran-lembaran Alquran lembaran hadis itu dengan sangat mudah kita menemukan bahwa islam itu adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk bersahabat dengan lingkungan.
Contohnya itu misalnya ada satu ayat yang mengatakan wa tufsidu fil Ardhi ba'da islahiha ini terulang di banyak tempat Jangan membuat kerusakan al fasad di muka bumi ini setelah bumi ini diciptakan sedemikian rupa oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan keberkahannya dengan kebaikannya dengan kemaslahatannya Jangan lakukan kerusakan. Al fasad itu adalah suul hal ya ini sudah diciptakan baik oleh Allah sudah disediakan segalanya di muka bumi ini ya maka kewajiban kita sebagai khalifahnya itu adalah memelihara menjaga dan merawatnya. Tentu yang dimaksud dengan Fasad di sini adalah tindakan apapun yang dapat merusak bumi kita ini.
Misalnya bumi kita ini dieksploitasi sumber dayanya secara berlebihan, hutannya ditebangi secara besar-besaran, sungai nya dicemari dengan limbah yang merusak. Sehingga kemudian menyebabkan Apa menyebabkan ketidakseimbangan ekologi kita ini karena begitu hutannya banyak ditebangi itu nanti banyak makhluk-makhluk binatang-binatang yang punah mereka tidak punya tempat lagi.
Kita lihat di beberapa media sosial misalnya banyak gajah turun ke kampung harimau singa itu karena habitat mereka itu sudah berkurang jadi mereka mencari tempat yang biasa dilalui kok sudah jadi perumahan lalu kemudian mereka datangi. Jadi jangan salahkan binatangnya yang turun ke kampung karena kita yang merebut habitat mereka itu jadi itu dampaknya banyak sekali dan para ilmuwan juga sudah banyak menegaskan bahwa bahwa banyak sekali kerusakan lingkungan itu terjadi karena apa. Karena ulah manusia itu ada kutipan laporan dari Intergovernmental Science Policy Platform IPB tahun 2019 itu menunjukkan ada 1 juta spesies flora dan fauna yang terancam punah. 1 juta jenis flora dan fauna yang yang punah karena hutan-hutan yang dibabat itu.
Ini benar apa yang dikatakan oleh al-qur'an zaharal fasadu fil barri Wal Bahri Bima Kasabat Aidinnas. Jadi kerusakan yang terjadi di daratan, di lautan itu muncul karena ulah tangan manusia ya itu kalau kita lihat di dalam Al-Qur'an itu hanya contoh kecil pak ayat-ayat yang mengingatkan kita tentang pentingnya kita merawat alam semesta ini. Di dalam hadis-hadis yang sahih banyak sekali itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menegaskan kepada kita semua bahwa bumi dan segala isinya ini adalah amanah yang harus dijaga oleh manusia. Dalam hadis dikatakan jadi bumi ini manis dan hijau manis itu artinya indah dengan pegunungannya dengan lautannya dengan hutannya diciptakan manis hijau. Allah menjadikan kalian sebagai khalifahnya Allah akan melihat apa yang kalian lakukan di muka bumi ini.
Hadis ini menggambarkan bahwa bumi kita itu adalah tempat yang indah tempat yang dipenuhi dengan sumber daya alam yang sangat luar biasa. Sehingga mengesankan bahwa bumi kita ini memang diciptakan dalam keadaan baik dalam keadaan penuh berkah dan disini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan kita bahwa kita ini adalah khalifah bukan sebagai penikmat bumi saja.
Jadi dibuat Indah itu bukan sekedar untuk dinikmati dieksploitasi tapi sebagai khalifah kita diberi tanggung jawab tanggung jawab untuk apa untuk menjaga dan memelihara keseimbangan ekosistem kita ini. Jadi disitu ada flora ada fauna ada manusia itu harus dijaga keseimbangannya kalau tidak seimbang inilah yang membuat akhirnya tidak nyaman sekarang ini. Terasa panas ya muncul wabah penyakit yang aneh-aneh itu karena ada ketidak seimbangan.
Jadi kata kuncinya itu adalah almizan alwazn atawazun maka benar kalau kita lihat dalam surah Arrahman Arrahman itu adalah surah yang menggambarkan begitu banyak kasih sayang Allah kepada manusia ini sehingga kita diingatkan berkali-kali. Dan di surah ar-rahman ini digambarkan nikmat-nikmat Allah yang di ada di dunia yang ada di akhirat yang ada di daratan yang ada di udara yang ada di lautan. Maka kita diingatkan terus fabiayyi alai rabbikuma tukazziban dan seterusnya.
Di sela-sela ayat-ayat yang berbicara tentang ragam nikmat itu Allah menyelipkan pesan wassamaa rofa'aha wawad'al Mizan all Mizan jangan lampaui jangan curangi tegakkan timbangan itu jangan curangi diulang-ulang ini alwazn almizan alwazn almizan itu apa timbangan timbangan neraca ini adalah simbol keadilan simbol keseimbangan.
Mengapa disisipkan di tengah-tengah ayat yang berbicara ragam nikmat itu ini sebenarnya memberi kesan dan pesan kepada kita bahwa berbagai nikmat yang Allah sediakan di alam raya ini bisa kalian nikmati kalau dijaga keseimbangannya. Dan kalau keseimbangan itu hilang maka kenikmatan itu pun akan sirna. Ini bisa kita rasakan begitu alam semesta ini ada ketidakseimbangan terlalu banyak kita memproduksi karbon dioksida melalui kendaraan bermotor dunia industri dan lain sebagainya ini banyak sekali.
Sementara Oksigen yang dipasok oleh tumbuh-tumbuhan semakin berkurang ada ketidak seimbangan akhirnya tidak nyaman terasa panas akhirnya. Kalau dulu masih ada banyak pepohonan sejuk masih bisa kita rasakan. Kalau kita ke puncak sekarang saja beda dengan puncak tahun 0-an tahun 90-an ketika tumbuh-tumbuhannya itu masih banyak tapi sekarang sudah dihabisi dan diganti dengan bangunan terasa panas puncak itu dampak yang paling bisa kita rasakan.
Jadi kata kuncinya adalah alwazn almizan keseimbangan maka ini bukan hanya dalam hal-hal yang bersifat materi keseimbangan itu perlu dijaga.Termasuk juga dalam pemahaman Al-Qur'an maka surah Ar-Rahman itu diawali dengan Arrahman allamal Quran karena nikmat terbesar yang Allah berikan kepada alam semesta ini adalah Al-Qur'an.
Maka keseimbangan dalam memahami Al-Qur'an itu juga mutlak diperlukan di sini tidak boleh ada pemahaman yang ekstrem yang berlebihan harus seimbang. Sebab pemahaman Al-Qur'an yang ekstrem yang berlebihan yang tidak memperhatikan pandangan tawazun tawasuth itu juga akan menggelisahkan membuat tidak nyaman akhirnya fatwa-fatwa keagamaan yang mengajak kepada kekerasan itu karena pemahaman keagamaan yang ekstrim tidak seimbang.
Kita kembali kepada persoalan lingkungan ini jadi dalam konteks modern hadis innad Dunya hulwatun khadirah ini sangat relevan sekali karena eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Seperti penebangan hutan secara ilegal pencemaran air kepunahan flora dan fauna kita. Inilah kemudian yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan membuat bumi kita ini menjadi tidak nyaman.
Jadi sekali lagi bahwa bumi ini diciptakan oleh Allah bukan segera untuk dinikmati bukan sekedar untuk dijarah isinya tapi untuk dijaga dan dirawat keberlanjutannya keberlangsungannya. Maka ini ajaran Islam yang sangat luar biasa jadi Islam itu bukan hanya ajaran yang tentang ibadah tentang ritual-ritual keagamaan tetapi Islam itu juga mengajarkan keseimbangan dalam segala hal termasuk apa termasuk dalam pengelolaan lingkungan. Jadi kerusakan alam sekarang ini itu karena kegagalan manusia dalam memahami dan menjalankan amanahnya sebagai sebagai khalifah di muka bumi ini.
Ini kita kembali sekarang sebenarnya Allah menciptakan manusia menciptakan kita ini untuk apa di dalam Al-Quran kita temukan paling tidak ada tiga peran dan fungsi manusia yang pertama adalah manusia itu diciptakan untuk beribadah ibadah. Ibadah di sini bukan dalam sempit tapi Ibadah dalam pengertian luas yaitu segala hal yang kita lakukan kalau itu kita niatkan untuk mendapatkan Ridha Allah dalam koridor Syariah itu ibadah.
Kita bekerja kita berolahraga kita beraktivitas apapun selama kita niatkan untuk mendapatkan Ridha Allah sesuai dengan tuntunan Allah dan rasulnya ibadah. Termasuk merawat lingkungan menjaga kebersihan hemat energi ini bisa bernilai ibadah. Yang kedua manusia diciptakan untuk menjalankan fungsi sebagai khalifah.
Dalam Al-Quran dikatakan maka sebagai khalifah manusia itu artinya sebagai wakil sebagai pemimpin di bumi ini ini artinya apa manusia itu punya tanggung jawab. Tanggung jawab untuk apa untuk menegakkan kebenaran untuk menegakkan keadilan untuk menebarkan kebaikan karena fungsi khalifah itu harus begitu.
Di dalam surah shad Nabi Daud itu dijadikan khalifah maka tegakkan kebenaran tegakkan keadilan jangan ikuti hawa nafsu ini konsekuensi dari penciptaan manusia sebagai khalifah. Maka sebagai khalifah dia bertanggung jawab atas pemeliharaan atas keberlanjutan kehidupan di muka bumi ini termasuk menjaga keadilan sosial meningkatkan kesejahteraan umat menjaga keberlangsungan hidup alam semesta ini tumbuh-tumbuhan hewan sungai lautan itu adalah bagian dari kita menjalankan fungsi sebagai khalifah.
Yang ketiga adalah jadi setelah ibadah Khilafah lalu kemudian imarah kita ini diminta untuk menjadi pemakmur ya pemakmur dewan kemakmuran Masjid itu artinya memelihara masjid merawat. Maka sebagai pemakmur wastamarakum fiha kita harus menjaga kelestarian alam semesta ini kita harus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Supaya bisa memanfaatkan alam semesta ini Kita juga harus bisa membangun peradaban yang apa yang adil yang bisa menciptakan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Itu kalau kita mau memainkan peran sebagai wastamarakum fiha sebagai imarah sebagai pemakmur jadi Inilah tiga fungsi utama manusia yaitu beribadah al-ibadah al-khilafah lalu kemudian al-imarah ini amanah besar yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Sebagai bagian dari itu tentu kita harus menjaga keseimbangan alam semesta ini supaya apa supaya kehidupan kita ini juga menjadi menjadi harmonis. Kalau kita buka lembaran lembaran asunah kita baca hadis-hadis annabawi asyarif kita bisa temukan banyak sekali prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Islam terkait dengan keberlanjutan alam semesta ini. Misalnya yang sederhana saja kita temukan rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tidak boros pemborosan sumber daya kalau kita bicara sumber daya itu antara lain misalnya air itu nabi ajarkan jangan boros bahkan sikap boros ini dalam segala hal itu dilarang.
Makan minum jangan boros kita ini banyak sekali pemborosan makan itu sering disisakan minum apalagi dengan air dalam kemasan itu yang 600 mili paling diminum dua teguk setelah itu ditinggal dan tidak ada lagi yang mau melanjutkan dibuang. Itu contoh pemborosan sumber daya air kita, kita tidak usah bicara sungai-sungai kita yang sekarang sudah tercemari oleh limbah.
Dalam berwudhu saja kita sering menghambur-hamburkan air Rasulullah sering pernah menegur salah seorang sahabat dilihat berwudhunya itu banyak sekali air yang terbuang. Nabi katakan ini pemborosan apa ini lalu sahabat itu mengatakan memang dalam wudhu ini ada pemborosan ini kan untuk ibadah saya Nabi Ingatkan dalam wudhu itu juga ada pemborosan ada israf gak boleh terlarang dalam agama.
Kata Nabi sampai pun anda berada di sungai yang airnya mengalir deras itu pun jangan dihambur-hamburkan jangan boros. Nabi kalau wudhu itu kan airnya sedikit saja kita buka keran sebesar-besarnya yang dipakai buat wudhu berapa yang ngocor ke bawah lebih banyak. Ini contoh kecil ya, ini kalau kita bayangkan sekarang ini di beberapa belahan dunia sedang mengalami krisis air kita di sisi lain menghambur-hamburkan air.
Sekarang di musim-musim begini banyak air turun melalui hujan tapi berlalu begitu saja tapi lihat nanti bulan Juni Juli Agustus itu di banyak wilayah terjadi paceklik kekeringan ini artinya ada ketidakseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya air kita.
Yang kedua bisa kita lihat contoh lain anjuran Nabi tentang menanam pohon. Jadi kalau sekarang kita mengeluhkan penebangan hutan kita secara ilegal dan jumlah hutan di banyak belahan dunia ini banyak sekali berkurangnya sekarang ini hilang ya itu tadi akhirnya pasokan oksigen untuk bumi kita ini menjadi berkurang sementara karbon dioksida dari kendaraan bermotor dunia industri luar biasa.
Itu kita lihat nabi anjurkan kita bahkan dikatakan anda tidak usah khawatir kalau menanam pohon itu nanti buahnya dicuri orang atau padinya dimakan burung gak usah khawatir karena apapun yang kita tanam lalu menghasilkan hasilnya itu dicuri oleh manusia dimakan oleh binatang kata nabi itu sedekah itu itu sedekah pahalanya mengalir terus ya.
Jadi Oksigen yang dihasilkan dari pohonan itu bermanfaat bagi manusia buahnya pun bermanfaat bagi makhluk-makhluk yang lain itu nabi ajarkan maka kata nabi sampai besok itu kiamat kalau masih ada kesempatan untuk menanam pohon di tanganmu ada batang pohon tancapkan dia enggak usah pikirin besok mau kiamat. Itu anjuran yang begitu sangat kuat dalam agama kita ini untuk kita merawat alam semesta ini merawat jagat kita ini. Jadi menanam pohon itu sebagai amal jariah maka ini bisa kita lakukan kecil-kecilan di rumah-rumah kita ada area yang sedikit kosong bisa ditanami kita tanamlah.
Kemudian untuk menjaga keseimbangan ekosistem kita ini tadi banyak saya contohkan terkait dengan menanam pohon. Binatang-binatang yang ada di alam semesta pun harus dilindungi bahkan Nabi katakan itu kalau ada orang berburu tanpa alasan yang benar hanya iseng saja hanya hobi hanya main-main saja hati-hati itu akan dimintakan pertanggungjawabannya nanti di akhirat kelak itu nanti.
Ini kalau kita gali banyak sekali ajaran-ajaran yang semacam ini kita temukan dalam Al-Qur'an maupun asunah belum lagi kalau kita kaji hadis-hadis yang menunjukkan kecintaan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam terhadap alam semesta. Jabal Uhud bukan hanya makhluk hidup tapi benda-benda mati Jabal Uhud Nabi Menjalin cinta kasih uhudun jabalun yuhibbuna wuhibbuhu.
Jabal Uhud itu adalah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya ini ajaran cinta yang begitu sangat mendalam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Padahal kita tahu dalam sejarah Jabal Uhud itu meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi Rasulullah karena 70 orang sahabatnya itu gugur sebagai Syuhada dalam Perang Uhud salah satunya adalah paman beliau Hamzah bin Abdul Muthalib meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan.
Biasanya kalau terjadi peristiwa itu orang akan trauma tapi nabi tetap memuji uhudun jabalun yuhibbuna wuhibbuhu. Di Madinah itu ada tempat namanya Wadi al-qiq Nabi katakan cintai tempat ini ahibbu karena faainni uhibbuh karena saya juga mencintai tempat ini.
Cinta nabi yang sedemikian rupa itu juga berbalas dari makhluk-makhluk yang ada di di Madinah itu betapa misalnya batang kurma pelepah kurma yang biasa digunakan nabi saat berkhutbah ketika dijadikan mimbar lalu nabi tidak gunakan lagi menangis batang kurma itu Rindu kepada Rasulullah ada cinta antara Rasulullah dengan makhluk-makhluk yang ada di Madinah dan cinta makhluk cinta alam semesta kepada Rasulullah.
Kalau kita pelajari dan kaji lebih jauh ini mengandung banyak ajaran kepada kita agar kita mencintai lingkungan kita menjaga dan merawatnya untuk keberlangsungan hidup generasi di masa yang akan mendatang Jadi saya kira di akhir kajian ini saya ingin menegaskan kembali bahwa bumi ini adalah amanah yang dititipkan Allah kepada kita udara yang kita hirup air yang kita minum tanah yang kita pijak ini bukan hanya fasilitas yang yang perlu kita nikmati tapi ini adalah amanah yang harus dijaga.
Maka sejalan dengan semangat kalau tadi saya Mengawali dengan deklarasi atau dokumen persaudaraan manusia yang ditandatangani 4 Februari 2019 di Abu Dhabi ini juga relevan dengan deklarasi Istiqlal yang ditandatangani September lalu antara imam besar Masjid Istiqlal dengan Paus Fransiskus.
Salah satu isinya adalah tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan ekosistem kehidupan kita ini dan itu bisa kita mulai dari yang kecil-kecil menjaga kebersihan, tidak boros dalam menggunakan air, tidak boros dalam menggunakan energi listrik Lalu kemudian menanam pohon dan lain sebagainya ini hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari kampanye Global kita untuk merawat jagad raya kita ini.
Saya kira ini yang bisa saya sampaikan dalam kajian pada kesempatan siang hari ini mudah-mudahan kita dapat mengambil banyak pelajaran dari tuntunan Al-Quran maupun sunnah yang terkait dengan bagaimana kita menghijaukan bumi kita ini merawat alam semesta ini yang bukan hanya sebagai tanggung jawab ekologis tanggung jawab kita. Tapi ini juga bagian dari kecintaan kita kepada Allah dan rasulnya sebagai bagian dari kita menjalankan ajaran agama kita mudah-mudahan dengan itu upaya kita bukan hanya sekedar berkontribusi dalam merawat alam ini tetapi juga bisa bernilai ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala demikian wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (RIZKI/HUMAS DAN MEDIA MASJID ISTIQLAL)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.