Oleh : Drs. KH. A. Dzulfatah Yasin, M.Ag
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Hari ini kita membahas masalah memelihara menjaga dan mendirikan menunaikan salat adalah senantiasa melaksanakan salat itu dengan berjamaah atau secara berjamaah. Kalau di awal pembahasan tentang yaitu kita perbaiki wudhu kita lalu berikutnya kita bersegera di awal waktu dan kemarin terakhir kita bahas tentang kekhusyukan. Sekarang kita akan melanjutkannya, sebisanya kita melaksanakan salat ini Istiqamah dengan berjamaah.
Kenapa demikian karena ketika seseorang melaksanakan salat berjamaah maka akan melebihi pahalanya lebih besar ketika dia salat sendiri dengan berjamaah yaitu 27 kali lipat. Bagaimana diterangkan hadis-hadis sahih yang menerangkan hal-hal demikian diantaranya ada hadis ini riwayat Imam riwayat Muslim Imam Ahmad meriwayatkan ya demikian Jadi dari sahabat Ibnu Umar Abdullah bin Umar radhiallahu Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda salat secara berjamaah itu lebih utama daripada salat sendirian ya darajah 27 derajat.
Pengarang kitab ini melanjutkan, barangsiapa yang meremehkan kalau seseorang meremehkan keuntungan agama ukhrawi ini ya artinya bekal untuk memperbanyak amal baik amal saleh di akhirat di mana tidak ada kesulitan tidak ada kelelahan dalam memperolehnya dan menggapainya.
Jadi pada hakikatnya kita salat jamaah itu gak capek enggak sulit ya yang penting ada keinginan dan niat itu ya Jadi kalau seseorang meremehkan itu ya dia menganggap “ah jemah biasa saja saya tidak ngejar pahala” misalnya ya bagaimana ini sungguh besar kelalaiannya terhadap maslahat-maslahat agamanya karena tidak tahu kita ketika kita salat sendiri bisa jadi banyak kelalaian-kelalaian yang kita lakukan nah ketika kita salat berjamaah maka kelalaian itu akan tertutupi.
Ini dan itu menandakan bahwa sedikit rasa Ingin menggapai pahala akhiratnya apalagi dia melihat bahwa ketika dia ingin meraih suatu cita-cita urusan dunia misalnya dia kerja keras banting tulang nah gitu ya padahal di sini dikatakan untungnya sedikit sesuatu yang sedikit yang yang remeh.
Nah manakala dia mendapatkan apa yang dia cita-citakan urusan dunia maka usahanya selama ini dianggap tidak apa-apa artinya ringan gitu ya jadi ketika urusan dunia dia berhasil padahalnya luar biasa dia menggapai itu ya maka dianggap ringan saja karena dia sudah merasa berhasil ya tentang urusan dunia.
Dia menghitung atau menilai bahwa keuntungan dunia yang fana ini sangat besar ya jadi karena urusan akhirat atau pahala itu kan tidak kelihatan kita tidak bisa melihat langsung dengan kepala mata kita ya mata kepala kita. Namun kita rasakan ketika Allah dan rasulnya menjanjikan sesuatu kebaikan maka kita sebagai orang yang beriman kepada Allah dan Yaumil akhir Kita yakin itu akan adanya.
Jangan kita bandingkan dengan dunia maka di sini dikatakan apakah seseorang tidak khawatir tidak takut ketika dia mengetahui bahwa sifat-sifat orang yang mementingkan urusan dunia sebesar apapun usahanya itu selelah apapun usahanya itu maka di sisi Allah adalah termasuk orang-orang munafikin dan orang yang diancam dengan sesuatu yang tidak mengenakkan ya termasuk orang yang ragu-ragu.
Dalam Al-Qur'an dijelaskan orang munafikin itu dia malas-malasan ketika mengerjakan salat apalagi berjamaah nauzubillah ya. Oleh karena itu maka kita Mohon Pertolongan Allah subhanahu wa taala agar kita diberikan kekuatan oleh Allah bagaimana kita istiqomah dalam melaksanakan salat ini secara berjamaah Insya Allah apalagi jemaah salat isya dan dan subuh. Ada hadits shahih menerangkan kan Barangsiapa yang salat Isya berjamaah maka seolah-olah dia salat setengah malam separuh malam
Kalau dia lanjutkan dengan salat jamaah subuh maka seolah-olah dia qiyamullail seluruh malam ya itu hadis sahih riwayat Imam muslim. Maka mudah-mudahan sambil bermohon kepada Allah subhanahu wa taala agar kita selalu diberikan kekuatan Allah subhanahu wa taala menjaga Salat kita dengan berjamaah insyaallah.
Belum sampai kepada kita kepada kami kata pengarang dari Rasulullah wasam bahwa rasulullah sendirian kalau sunah tidak apa-apa ya tapi kalau salat fardu sangat dianjurkan untuk untuk berjamaah bahkan sampai ada riwayat tidak pernah Rasulullah salat sendirian ketika salat fardu itu. Bahkan dalam al-quran dijelaskan ya ketika dalam peperangan pun Rasulullah mensunahkan salat jamaah ya kita dengan ada dalam surah Annisa.
Ibnu Masud berkata jadi Abdullah Bin Masud ini seorang sahabat yang menyaksikan bahwa tidak ada sahabat rasulullah yang ketinggalan jemaah kecuali memang dia orang munafik. Bahkan ada seorang laki-laki dimana dia mendatangi jamaah bersama Rasulullah pada masa itu dipapah oleh dua orang laki-laki ya Karena dia sudah tua rentah ya dia ingin salat jamaah bersama Rasulullah di shaf awal.
Jadi maksudnya ada seorang laki-laki ya dia dipapah oleh dua orang yang lainnya ketika dia mendatangi salat jamaah yang diadakan yang dangan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Disini dikatakan karena dia lemah dan sudah tua rentah tapi semangat untuk jemaah bersama Rasulullah masih dialasan dengan bantuan dua orang laki-laki tadi ya apatah lagi kita yang masih gagah misalnya sehat ya Tidak ada alasan kita untuk tidak salat berjamaah Insyaallah apalagi dekat masjid dengan rumah kita misalnya.
Bahkan ada hadis lain menenangkan langkah kita ke masjid itu ketika kita niat untuk bersalat jamaah langkah pertama akan meninggikan derajat kita langkah berikutnya akan menghapus dosa semakin jauh letak masjid yang kita ingin salat jamaah semakin besar pahala yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa taala
Ketika seorang sahabat namanya Ibnu Umi maktum Al ama beliau buta di sini diterangkan Ibnu maktum ini lahir 23 hijri ya ya nama sebenarnya adalah Amr Bin Qais bin Zaidah Bin Alam sahabi seorang sahabat pemberani karena jadi matanya tidak melihat lagi selama Makkah beliau masuk Islam ketika masih di Makkah ya berarti hijrah bersama Rasulullah ke Madinah.
Setelah Perang Badar beliau hijrah ke Madinah Ibnu maktun ini juga dia seorang muadin ya bersama Bilal ya Jadi ada dua muadin di samping muadin bilal yang kita sudah kenal. Dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan kewenangan kepada Ibnu maktum ini untuk menggantikan beliau mengimami salat jamaah ketika di beberapa peperangan yang Rasulullah ikuti.
Jadi beliau ini seorang yang pemberani sahabat Rasulullah tapi dengan keadaan mata beliau buta maka ketika tua renta dia minta izin kepada rasul untuk tidak Jamaah dia menerangkan bahwa tempatnya jauh ya lalu ada lubang-lubang ya ada binatang-binatang buas ya tidak ada yang menuntun beliau. Maka ketika Ibnu Umi maktum ini menjelaskan alasan-alasannya untuk tidak jamah kepada Rasulullah, Rasulullah mengizinkan Oh tidak apa-apa.
Itu pertama maka ketika Ibnu Umi maktum ini ingin pulang ya artinya Karena dia sudah merasa diizinkan untuk tidak salat jamaah Rasulullah dengan alasan-alasan yang sudah disebutkan tadi Rasulullah memanggil tunggu sebentar maka Rasulullah bersabda Kepada beliau apa apakah engkau mendengar ketika muadin apa jawab beliau Ya Rasulullah aku masih dengar dari kejauhan itu suara orang azan.
Jadi ketika Rasulullah bertanya lagi kepada Ibnu umni maktum tadi kamu dengar suara azan gak Umi maktum ini tidak bohong dia ya aku dengar wahai Rasulullah maka Rasulullah kembali bersabda maka Rasulullah anjurkan kalau gitu ya salat jamaah lah. Jadi ketika kita mendengar azan yang dikumandangkan Masjid untuk melaksanakan salat maka datangilah suara azan itu artinya kita salat berjamaah. Ini anjuran yang diberikan oleh Rasulullah kepada seorang sahabat walaupun dia sudah tua rentah ya dia sudah tidak berdaya lagi ya tapi kam Masih dengar azan dan dia bisa melaksanakan itu maka dianjurkan dia salat berjamaah.
Jadi ini menandakan bahwa Betapa besarnya Fadilah untuk salat berjamaah secara hukum ada tiga pendapat, pertama salat jemaah ini fardu fardu kifayah, kedua fardu Ain dan ketiga sunah muakadah saja. Mana kita mengikuti ya tentunya Kita akan ambil sesuatu yang lebih bermanfaat dan lebih memungkinkan terhadap kondisi kita.
Dengan demikian kalau kita mendapatkan motivasi yang diberikan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kita niatkan untuk ittiba kepada apapun yang sudah diajarkan oleh Rasulullah maka Insyaallah kita akan diakui sebagai umat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan ini adalah salah satu kita menjaga atau kiat untuk menjaga Salat kita di hadapan Allah subhanahu wa taala.
Kita baru saja berlalu ya memperingati Isra mi'rajnya di mana perintah salat ini langsung Rasulullah terima dari Allah subhanahu wa taala beda dengan perintah perintah lain misalnya masalah puasa masalah zakat ya kewajiban berhaji pun. Jadi kalau salat ini perintah langsung diberikan Allah kepada Rasulullah untuk umatnya ya Insyaallah kalau kita niatkan Istiqomah berjamaah Allah akan mudahkan itu apatah lagi kita melihat fadilah-fadilah yang sudah diterangkan tadi ya tentunya teruslah kita memohon Ya Allah berilah aku kekuatan selalu mengingat engkau mensyukuri nikmat engkau dan memperbaiki mutu ibadahku kepada engkau ya Allah kalau ini kita laksanakan dan kita istiqomah mudah-mudahan kita dimatikan dalam Khusnul Khatimah.
Ini yang diharapkan oleh semua manusia siapapun dia kita sebagai orang yang beriman kepada Allah dan Yaumil akhir Insyaallah Dan kita pun berdoa kepada Allah mudah-mudahan di sampaikanlah usia kita di bulan Ramadhan nanti ya dengan harapan kita akan meningkatkan apapun yang Allah anjurkan dan rasulnya anjurkan untuk meningkatkan Amaliah kita demi bekal akhirat nanti Insyaallah baik hablum minallah ataupun hablum minannas.
Oleh karenanya kita siapkan dari sekarang ya kita agendakan apa yang akan kita laksanakan di bulan Ramadhan nanti sehingga ketika masuk Ramadhan kita tidak bingung mengatakan bahwa jadikan Ramadhan adalah bulan pertandingan bukan bulan latihan.
Kalau kita katakan Latihan nanti ya biasanya kalau latihan kan banyak kesalahan kan Iya kan Tapi kalau sudah bertanding nah disitulah Apakah kita Tersisih atau kita menjadi pemenang in Insyaallah ya tentunya terus kita Mohon kekuatan dari Allah subhanahu wa taala inilah barangkali yang dapat saya sampaikan pada siang kali ini perkatian dengan Fadilah salat berjamaah mudah-mudahan kita termasuk orang atau hamba-hamba Allah yang diberikan kekuatan untuk salat berjamaah insyaallah assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. (RIZKI/HUMAS DAN MEDIA MASJID ISTIQLAL)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.