Kitab : Al-Risalah al-Qushairiyah
Oleh : Prof. Dr. KH. Bambang Irawan, MA
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Subtema pada kajian kali ini tentang kekuatan Tauhid, Tauhid ini adalah inti dari kajian-kajian tasawuf bahkan juga merupakan inti dari kajian Islam. Akan tetapi para sufi menjadikan kajian tauhid ini sebagai ilmu tentang rasa menghidupkan rasa kadang orang mengkaji tauhid lupa kalau tauhid itu adalah ilmu tentang rasa.
Apa yang dirasakan rasa takzim ya rasa kekaguman kepada Allah rasa rindu rasa cinta kepada Allah jadi agak aneh kalau ada orang belajar tentang Tauhid tapi hanya sebatas ucapan Lailahaillallah. Dia memang paham bahwa Lailahaillallah itu adalah tidak ada Tuhan selain Allah tapi sebenarnya dalam perspektif tasawuf makna Lailahaillallah lebih dari sekedar tidak ada Tuhan selain Allah.
Dalam kajian tasawuf Lailahaillallah itu maknanya kira-kira jika dibahasakan tidak ada yang paling aku cintai kecuali Allah tidak ada yang paling aku rindu bukan Kecuali Allah tidak ada yang membuat aku paling bahagia kecuali Allah tidak ada yang aku prioritaskan yang paling aku prioritaskan kecuali Allah dan seterusnya dan seterusnya.
Jadi makna tauhid itu adalah ikrar kesadaran seorang hamba bahwa di hadapan Allah dia tidak bisa apa-apa dia bukan apa-apa dihadap Allah ke orang yang mengikrarkan Lailahaillallah dia merasakan ketika dia sudah mengucapkan itu dia sudah mendapatkan semuanya dan orang yang mengucapkan Lailahaillallah tidak akan pernah merasa kehilangan karena ketika dia mengucapkan Lailahaillallah itu sama artinya dia sudah mendapatkan semuanya dan tidak dan orang yang sudah dapatkan semuanya mustahil kalau dia merasa kehilangan.
Karena yang paling berharga yang paling dituju yang paling mahal yang paling didambakan tujuan yang diharapkan adalah Allah itu sendiri bagaimana mungkin bisa orang yang sudah mendapatkan semuanya dia bisa kehilangan urusan dunia ini tidak mungkin maka.
Begitu pentingnya kajian-kajian tauhid ini dalam kitab ini disebutkan bahwa tauhid itu adalah mengesakan Allah. Apa makna mengesakan di sini menyadari bahwa Allah itu adalah sebuah tujuan satu-satunya Allahlah yang paling pantas dibesarkan Allah yang pantas diprioritaskan Allah yang paling pantas dimuliakan tidak ada yang mulia kecuali kemuliaan Allah itu sendiri. fainnal Izzah lillahi jamiah sesungguhnya kemuliaan itu hanya milik Allah orang yang biasa memuliakan Allah tidak akan mudah minder tidak akan mudah mencari muka tidak pula mudah merendahkan melebih-lebihkan kedudukan orang biasa
saja. Karena hatinya itu sudah cenderung kepada Allah kitab ini mengatakan yang sudah merasakan hadirnya Allah dalam hatinya maka dia sudah mendapatkan semuanya yang kehilangan Allah manfqadallah yang kehilangan Allah sesungguhnya dia sudah kehilangan semuanya nauzubillah kalau orang sudah kehilangan semuanya apa yang mau dikejar lagi apa yang mau diburu nggak ada nilainya sudah hilang. Karena itu bapak ibu yang dirahmati Allah kajian tauhid ini adalah kajian inti dalam kitab Al-Risalah al-Qushairiyah.
Kita mengenal bahwa ada namanya tauhid arrububiyah Apa itu tauhid arrububiyah tauhid arrububiyah adalah tauhid tentang bahwa Allahlah yang kita yakini yang mengatur semuanya mengatur alam termasuk mengatur kehidupan kita Allah sebaik-baik pengatur Allah sebaik-baik perencana, yang yakin ini dia akan memantaskan diri untuk mencontoh sifat-sifat Allah untuk banyak bekerja banyak berbuat ketika sudah sampai di titik maksimal usaha maka selanjutnya dia serahkan sama Allah biarkan Allah yang menentukan seperti apa hasilnya kita hanya berbuat yang terbaik soal hasil serahkan Allah.
Kalau orang mengerti tentang arrububiyah ini dia tidak akan terlalu banyak ikut campur terlalu banyak ikut campur untuk urusan nasib terlalu banyak ikut campur untuk urusan orang lain biarkan Allah yang mengatur tidak perlu kita mau ikut campur semuanya. Kalau saja dulu saya kuliah di luar negeri pasti nasib saya enggak akan seperti ini belum tentu memang kita yang mengatur kalau anak saya dulu kuliahnya tidak disitu tapi di tempat yang lain mungkin nggak begitu ya siapa yang tahu belum tentu juga biarkan Allah yang Maha mengatur.
Dalam kitab-kitab tasawuf yang lain dalam kitab al-hikam Imam Ibnu juga bicara tentang ini enak kan dirimu lapangkan dadamu sesuatu yang sudah diatur oleh Allah jangan ikut campurak usah kita banyak terlalu banyak bertanya tentang apa yang sudah terjadi. Kok bisa dia jadi itu kok bisa jadi kokisa dia kok bisa kita kalau ikut-ikut campur itulah makna rububiyah itu supaya hati ini lapang biarkan Allah yang Maha mengatur kita enggak usah mau ikut campur semuanya. Karena Allah maha perencana allah maha menjaga pasti setiap Allah bikin keputusan itu memiliki tujuan yang boleh jadi di luar dari pengetahuan kita
Kemudian Wal uluhiyah tadi rububiyah soal Allah yang mencipta Allah mengatur kemudian ada namanya Tauhid uluhiyah apa itu Tauhid uluhiyah Tauhid uluhiyah adalah tauhid bahwa Allahlah yang pantas satu-satunya untuk dituju Allah yang satu-satunya paling pantas untuk disembah tidak ada yang lain maka Allah mengatakan la syarikalah tidak ada yang bisa menyekutukannya tidak ada sekutu Allah ya.
Maka jangan sampai kita menyembah yang kita sembah padahal sekutu Allah atau kita menyembah merasa menyembah Allah tapi prakteknya orientasi kita bukan Allah sama juga ini.
Banyak orang katanya menyembah Allah tapi dia menyembah sekutu-sekutunya Allah yuhibbunahum kahubbillah dia mencintai hartanya mencintai jabatannya mencintai gelarnya sebagaimana dia mencintai Allah nah ini orang yang celaka ini dibuat pula sama mencintai Allah dengan mencintai hartanya dibuat satu level padahal harusnya Allah yang lebih dicintai dari apapun. Maka makna uluhiyah itu tidak ada yang paling pantas untuk kita dahulukan kecuali Allah yang paling pantas untuk yang paling kita cintai kecuali Allah.
Maka banyak sahabat dulu setiap kali mau memulai shalat wajahnya pucat seperti kurang darah ketika ada yang bertanya wahai sahabat Ali kenapa engkau setiap kali selesai berwudhu mau sholat wajahmu pucat seperti itu apa kata Ali Bin Abi Thalib Iya karena saya tahu persis siapa yang mau saya sembah.
Saya kenal betul kepada siapa saya bersujud itulah makna Lailahaillallah itu kesadaran Hanya Allahlah yang paling pantas disembah. Itulah makanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri dalam munajat-munajatnya mengatakan Allahumma inni abduk Ya Allah aku ini hambaMu engkaulah rabbku Madin Fi hukmuk berlaku seluruh hukum mu karena engkaulah yang Maha mengatur Kau Yang Maha pencipta Karena itulah engkau yang paling pantas untuk disembah engkau yang aku sembah aku ini hambamu yang miskin ini di hadapanmu apapun ketentuanmu pasti adil buatku ya Allah Itu baru namanya uluhiyah.
Kemudian yang terakhir selalu kajian Tauhid Dalam perspektif tasawuf ini berbicara tentang asma wa sifat asma wa sifat kita kenal begitu banyak nama-nama Allah maka dalam munajatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Ya Allah aku bermohon kepadamu dengan seluruh nama-nama hak milikmu.
Pernah enggak Bapak Ibu berdoa seperti itu ya Allah aku mohon kepadamu dengan seluruh nama-nama yang ada padamu ya Allah. Nama-nama Allah itu seperti dalam Al-Qur'an kan ada 99 cerdasnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu dia borong itu semua nama-nama itu sekali Panggil.
As'aluka bikullismin walaq sekali panggil itu semuanya. Tidak satu-satu lama panjang nanti kalau satu-satu kalau satu-satu kan panjang ya alim ya tawaf ya Gofur ya roazq ya Qohar panjang tapi Rasulullah cerdasnya begitu as'aluka bikullismin walaq aku bermohon kepadamu lewat nama-nama milikmu yang nama-nama itu engkau sendiri yang menamakannya.
Artinya kalau Allah sendiri yang menamakannya nama-nama Allah ini pasti punya rahasia kekuatan punya punya jadi terapi kekuatan kebahagiaan. Maka serulah Allah panggillah Allah bagaimana Rasulullah memanggil kalau saya mau manggil satu-satu gimana Ustaz ya boleh tidak ada larangan panggillah Allah satu-satu ya Aziz Ya Latif ya Rahman ya Rahim tapi kalau Rasulullah adakalanya memanggil sekali panggil as'aluka bikullismin Wlaq ulang-ulangilah itu.
Sebagaimana Allah berfirman Walillahil Asmaul Husna faduhu biha Allah itu memiliki nama-nama yang baik maka panggillah Allah selalu. Panggil Allah seru Allah Allah itu punya nama-nama yang baik kata orang bijak kita akan menjadi seperti apa yang sering kita panggil hati kita itu akan tumbuh dengan kebaikan berdasarkan Kalau panggilan kita adalah panggilan yang baik maka kita akan menjadi orang yang baik.
Kita akan menjadi seperti apa yang sering kita ulang-ulang, kita akan menjadi seperti apa yang sering kita lakukan kalau yang kita ulang-ulang adalah nama-nama Allah maka Insyaallah sifat-sifat Allah akhlaknya Allah itu jadi diberikan pada kita dianugerahi Allah berdasarkan kebiasaan-kebiasaan kita.
Kita akan menjadi seperti apa yang sering kita ulang-ulang maka lewat tauhid asma wa sifat ini ucapkanlah berulang-ulang agar asma wa sifat ini yang kita ulang-ulang ini menjadi kekuatan buat kita menjadi kebahagiaan kelapangan dada dan hilang semua segala macam kesedihan. Kalau sudah mengenal Allah menyebut nama Allah dunia ini terlalu miskin dunia ini enggak ada apa-apanya dunia ini terlalu murah untuk disedihkan sedihlah hati kita kalau kita jarang memanggil Allah panggil Allah ya Allah ya Ghani ya Syafi Ya Latif kita akan menjadi seperti apa yang sering kita ulang-ulang.
Karena itulah kenapa salah satu dari kajian tauhid itu adalah membahas tentang asma wa sifat karena The Power of repetition kekuatan mengulang-ulang itu akan menjadi tumbuh sesuatu yang kita fokuskan dalam diri kita itu akan tumbuh maka kita bertumbuh dalam semangat yang baru tumbuh dengan kata-kata yang baru tumbuh dengan cita-cita yang baru itulah makna daripada asifat asma wa sifat. Saya kira itu tema dari tauhid Sufi tauhid di kalangan para sufi. (RIZKI/HUMAS DAN MEDIA MASJID ISTIQLAL)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.