Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Istiqlal: Contoh Energi Positif dari Rasullallah SAW

Admin 30 Jan 2025 Warta Istiqlal

Oleh : Ust. H. Salim Qozali, SQ., S.Hum

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Allah subhanahu wata'ala berfirman pada Al-Qur'an Surat Al-Hasyr ayat 21,

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Artinya : “Seandainya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir”

Ayat yang saya bacakan tadi adalah bukti keagungan dan kebesaran al-qur'anul Karim kita pun sebagai pewaris-pewaris al-qur'an pemegang amanah al-qur'an bisa menjadi mulia dihadapan manusia apalagi di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala apabila energi positif yang ada di dalam al-qur'an bisa kita senyawakan di dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Apa dampaknya? Akan tercipta sikap toleransi yang tinggi antar sesama dengan sikap toleransi yang tinggi itu akan melahirkan kerukunan, dengan kerukunan akan melahirkan kebersamaan dengan kebersamaan akan melahirkan kekuatan dan dengan kekuatan akan melahirkan kemenangan dan keberhasilan. 

Bapak ibu sekalian yang berbahagia perlu kita ingat bahwa kesuksesan dan keberhasilan serta
kemenangan yang diraih oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam baik di Makkah maupun di Madinah periode Makkah maupun periode Madinah itu tidak terlepas dari energi positif yang ditampilkan oleh pribadi yang agung nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yakni energi positif berupa akhlak al quranul Karim.

Kita tahu di dalam hadits yang masyhur sering kita dengar hadis ini ketika Ummul mukminin Bunda Aisyah ditanya Bagaimana akhlak Rasul beliau menjawab Kana khuhu al-qur'an akhlak Rasul yaitu al-qur'an itu sendiri dan tentu Allah banyak memuji keagungan akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salah satunya di dalam surah al-ahzab yang terjemahannya kurang lebih sungguh telah ada pada diri nabi kita itu suri tauladan yang baik bagi siapa bagi orang-orang yang berharap perjumpaan dengan allah keridaan allah subhanahu wa taala dan ia banyak mengingat Allah subhanahu wa taala. 

Hadirin dan hadirat jemaah salat subuh masjid istiklan yang berbahagia ada seorang kenamaan berkebangsaan Mesir bernama Syekh Abbas Mahmud al-aqad menulis di dalam bukunya yang berjudul abqariyatu Muhammad kejeniusan Muhammad. Kata beliau di dalam bukunya bahwa ada empat tipe manusia yang bisa merubah jalannya sejarah kehidupan umat manusia di dunia ini yang pertama ada tipe manusia pemikir Kemudian yang kedua ada tipe manusia pekerja yang ketiga ada tipe manusia seniman dan yang terakhir yang keempat ada tipe manusia yang hatinya senantiasa larut di dalam berzikir mengingat Allah subhanahu wa ta'ala.

Selanjutnya beliau melanjutkan tulisannya bahwa Siapapun yang membaca sejarah kehidupan Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka kita akan temukan semua tipe manusia yang disebutkan di dalam buku abqariyatu Muhammad itu terdapat pada sosok nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Untuk apa Allah mengutus nabi sedemikian sempurna sesempurna Rasulullah tidak lain agar kita sebagai umatnya mau meniru meneladani energi positif akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam am kita senyawakan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Hadirin Wal hadirat yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala saya Sebutkan beberapa peristiwa di mana yang pertama misalnya ketika peristiwa Fathu Makkah penaklukan kota
Makkah. Pada saat itu beredar isu bahwa Rasul akan datang dari Madinah menuju Makkah dalam rangka menuntut balas kepada siapapun yang pernah menyakiti umat Islam khususnya ketika awal-awal penyebaran agama Islam di Makkah. 

Di Makkah Muhammad akan datang untuk mengacak-ngacak Makkah itu kata penduduk Makkah tetapi Apa yang terjadi ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang beserta rombongan ke kota Makkah yang terjadi justru sebaliknya sebagaimana sabdanya yang masyhur di kalangan kita Kata beliau yang pertama justru beliau bersabda sabdanya yang pertama

Siapa yang masuk ke dalam rumahnya maka ia akan aman yang kedua Siapa yang masuk ke dalam masjid Masjidil Haram Ia juga akan aman dan yang ketiga yang mengharapkan siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan pemimpin kafir Quraisy Makkah saat itu maka ia juga akan aman. Tentu suasana di Makkah menjadi sejuk namun walaupun nabi sudah bersabda demikian ada satu orang yang paling tidak merasa aman saat itu yaitu wahsyi. 

Siapa wahsyi ini wahsyi Ini adalah budak hitam yang disewa oleh Hindun untuk membunuh paman nabi yang bernama sayyidina Hamzah di Perang Uhud dimana kebiadaban wahsyi ini sungguh diluar batas kemanusiaan. 

Setelah dia sukses membunuh sayyidina Hamzah dia membelah dada sayidina Hamzah mengambil jantungnya untuk kemudian diberikan kepada majikannya yang bernama Hindun itu namun Apa yang terjadi ketika wahsyi ini berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pada Fathu Makkah nabi hanya bersabda Pergilah kali kamu sekalian kamu sekarang diampuni itu kata nabi kamu sekarang dibebaskan. 

Sudah membunuh paman nabi tetapi dimaafkan pada saat peristiwa Fathu Makkah itulah akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Kemudian pada perang Hunain perang Hunain pada saat itu terjadi hujan deras dan otomatis baju nabi dan para sahabat yang ikut berperang saat itu basah kemudian. 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beranjak pulang bersama para sahabat dan tiba di satu tempat beliau ingin beristirahat dan saat itu baju beliau masih basah kemudian karena beliau ingin istirahat dipilihkan tempat yang paling nyaman oleh para sahabat untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di bawah sebuah pohon.

Kemudian dipersilahkan oleh para sahabat nabi untuk beristirahat di tempat itu kemudian nabi membuka bajunya dan meletakkan pedangnya di dekat tempat beliau beristirahat. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa bulu dada Nabi itu bisa disaksikan oleh para sahabat salah satunya pada saat-saat seperti itu di mana Di dalam syamail Muhammadiyah disebutkan bahwa bulu dada Nabi itu memanjang dari Dada sampai pusar maka pada saat itu para sahabat bisa menyaksikan bulu dada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang lebat. 

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meletakkan pedangnya dan menjemur bajunya dan Kemudian beliau beristirahat pada saat nyaman beristirahat tiba-tiba datang seorang penyusup dia menghampiri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengambil pedang Rasul kemudian menghunuskan pedang itu ke oleh Rasulullah sambil berkata ya Muhammad Siapa yang bisa menolongmu nabi terbangun dan menjawab dengan santainya Allah. 

Mendengar jawaban orang itu mendengar jawaban Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seketika itu tangan penyusup tadi gemetar dan pedangnya terjatuh kemudian nabi balik mengambil pedang itu dan menghunuskan pedang itu ke si penyusup tadi sampai bertanya sekarang siapa yang bisa menolong kamu dengan penuh ketakutan dan gemetar dia menjawab la Ahad la Ahad la Ahad tidak ada seorang pun yang bisa menolongku wahai Muhammad.

Bapak Ibu yang berbahagia melihat kejadian ini para sahabat menghampiri Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam sambil bertanya apa gerangan wahai Rasul. Kemudian nabi menceritakan bahwa ketika saya beristirahat orang ini datang mengambil pedang kemudian menghunuskan sambil bertanya Muhammad siapa yang bisa menolong kamu aku jawab Allah kemudian tangannya bergetar dia ketakutan dan pedangnya terjatuh kemudian saya balik hunuskan pedang ini ke lehernya dan saya bertanya siapa yang bisa menolong kamu dia jawab la ahad tidak ada yang menolongku wahai Muhammad. Kemudian nabi bersabda kepada para sahabat yang ada di sekitar tempat itu jadilah orang yang berperangai baik ketika memegang kendali kekuasaan. 

Artinya apa kalau Nabi SAW mau saat itu tentu Nabi sangat bisa untuk membunuh orang itu tetapi nabi tidak lakukan nabi lepaskan nabi biarkan dia pulang ke kampung halamannya dan pada akhirnya orang ini dan teman-temannya serta orang di kampung halamannya n datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk bersyahadat bersaksi Ashadu Alla ilahaillallah wa Ashadu anna muhammadan Rasulullah. Inilah energi positif yang ditampilkan oleh pribadi yang agung yakni akhlak alquranul Karim.

Hadirin Wal hadirat yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala nabi di dalam Kitab syamail Muhammadiyah karya imam tirmidzi disebutkan bahwa nabi itu orang yang paling murah hati artinya tidak ada orang tidak ada manusia satupun di dunia ini yang lebih murah hati dibandingkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan siapapun yang datang kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meminta sesuatu tidak ada yang pulang dengan tangan hamba pasti diberikan sesuatu oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam walaupun orang itu meminta sesuatu kepada nabi dengan cara yang tidak sopan sekalipun.

Satu ketika nabi sedang berada di rumahnya datang seorang Arab badui kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam orang Arab badui orang pedalaman jarang berjumpa nabi dan jarang menikmati hiruk pikuk kota Madinah dia datang kepada Nabi sambil berkata dengan kasar wahai Muhammad berikan aku harta yang Allah berikan kepadamu bukan harta warisan Ayah atau ibumu artinya apa orang ini meminta sesuatu dengan cara yang mohon maaf kurang ajar kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Apa jawab nabi? Hai orang Arab Bukankah cara kamu meminta sesuatu kepadaku dengan cara yang tidak sopan seperti ini dapat menyebabkan aku tidak akan memberikan apa yang kamu minta. 

Kata orang badui tadi tidak saya tidak percaya kamu tidak akan memberikan sesuatu kepadaku karena aku tahu bahwa kamu adalah orang yang tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan tetapi kamu adalah orang yang selalu membalas keburukan dengan kebaikan dan kenikmatan Subhanallah ya. Orang Arab pedalaman saja tahu bahwa nabi itu tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. 

Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam masuk ke dalam rumahnya mengambil apa yang diminta oleh orang-orang badui tadi diambil kemudian diberikan setelah diberikan ditanya lagi Sudah cukup atau belum kata nabi kalau. Kita jangan coba-coba pak ya udah ini mintanya megang sorban nabi dicekik ditarik leher nabi masih ditanya di diberikan dan ditanya sudah cukup atau belum orang badui tadi menjawab dikit banget sih masuk lagi ambilin lagi kata orang badui tadi nabi masuk lagi diberikan lagi masuk lagi diberikan lagi sampai orang badui tadi puas dengan pemberian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam. 

Dan setelah puas nabi berkata Hai orang badui perlakuanmu kepadaku meminta sesuatu dengan cara yang tidak sopan seperti itu menyebabkan sahabat-sahabat saya yang menyaksikan Kejadian ini di sana mereka sakit hati kepadamu mereka marah kepadamu sekarang bagikan sebagian yang aku berikan kepadamu itu kepada sahabat-sahabatku di sana kata orang badui tadi. 

Baik kemudian langsung pergi dan menghampiri para sahabat membagikan sebagian yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sambil berkata dahulu tidak ada kota yang paling aku benci selain kota ini yakni kota Madinah dan tidak ada manusia yang paling aku benci selain orang ini yakni Nabi Muhammad tetapi sekarang tidak ada kota yang paling aku cintai selain kota ini yakni kota Madinah dan tidak ada manusia yang paling aku cintai selain orang ini yakni Nabi Muhammad dan orang badui tadi pergi kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghampiri para sahabat yang masih dalam keadaan marah kepada orang badui tadi karena pada saat itu ketika orang badui tadi berbuat kasar kepada rasul ada seorang sahabat yang ingin memukul orang tadi bahkan ingin membunuhnya karena kurang ajar kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetapi dicegah oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Kata nabi perumpamaan orang badui tadi denganku dia diibaratkan seekor unta yang ditinggal oleh pemiliknya kemudian unta itu lapar ketika lapar dia mengamuk membahayakan orang-orang yang ada di sekitar unta itu ada orang yang mau memberikan makan unta itu tetapi bukan pemilik unta itu. Kemudian unta itu semakin mengamuk dan pada akhirnya si pemilik unta datang membawakan makanan kemudian mengusap-ngusap unta itu dan amarah unta itu pun reda dia makan dengan lahap dan semuanya Selamat. 

Sama dengan orang badui tadi kata nabi Dia muslim tetapi memang perangainya yang kasar kata nabi. Akankah orang yang berperangai kasar terus kita bantai? tidak kata nabi. Biarkan saya jinakkan orang ini sebagaimana pemilik unta itu menjinakkan untanya. 

Sebab apa kalau kita bunuh dia kata nabi boleh jadi dia akan masuk neraka karena apa dia sudah kurang ajar kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyakiti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam firman Allah di dalam al-quran sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan rasulnya Allah laknat mereka di kehidupan dunia dan akhirat dan Allah janjikan kepada mereka azab yang menghinakan. 

Inilah contoh energi positif yang ditampilkan oleh pribadi yang agung nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa ala alihi wasohbihi wasallam mudah-mudahan bisa kita amalkan bisa kita senyawakan di dalam kehidupan sehari-hari dan dengan memperbanyak membaca kisah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hati kita semakin lembut dan akan tercipta sikap toleransi dan kedamaian di antara kita mudah-mudahan bermanfaat. (RIZKI/ Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.