Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Qatrunnada, Tetesan Embun Amal Shalih

Admin 21 Apr 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Saparwadi Nuruddin Zain

 

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Qatrunnada secara bahasa diartikan tetesan embun, bisa dimaknai sebagai simbol dari sesuatu yang datang dengan lembut, murni, dan membawa kehidupan. Embun turun perlahan, nyaris tak terasa, namun kehadirannya menjaga alam tetap hidup. Begitu juga amal shalih dalam hidup seorang mukmin, sederhana dalam rupa, tetapi menghidupkan jiwa, menyuburkan iman, dan menyejukkan batin.

Jika embun adalah rahmat kecil yang Allah turunkan bagi bumi, maka amal saleh adalah embun surgawi yang Allah titipkan pada hati orang beriman. Ia bukan sekadar perbuatan, tapi pancaran dari hati yang sadar akan kehadiran Allah, dan rindu untuk kembali pada-Nya dengan membawa sesuatu yang berarti.

Al-Qur’anul Karim secara konsisten mempersandingkan iman dengan amal saleh. Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai …” (QS. Al-Baqarah: 25). Dalam ayat lain, Allah Subhaanahu Wa Ta’aala berfirman: “Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh ...” (QS. Al-‘Asr: 2–3). Dalam ayat-ayat ini, amal saleh bukan pelengkap keimanan, ia adalah bukti hidupnya iman. Tanpa amal shalih, iman bisa menjadi kering. Tanpa iman, amal tak punya arah. Iman adalah akar, amal saleh adalah buah keindahannya. 

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian, dan tidak pula harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian. (HR. Muslim). Setiap amal yang tulus, meski tampak kecil, menjadi besar di sisi Allah. Memberi sepotong roti, memaafkan dengan hati, menahan amarah, menahan lisan dari menyakiti, semua itu adalah “qatrunnada”, ibarat tetesan embun amal shalih yang bisa menjadi jembatan menuju ampunan dan cinta Allah. Dalam hadis lain, Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa menghilangkan satu kesulitan dunia dari seorang mukmin, Allah akan hilangkan darinya satu kesulitan di hari kiamat. (HR. Muslim). Inilah amal shalih yang menjelma menjadi qatrunnada, tetesan embun penyejuk di tengah panasnya ujian dunia. 

Dalam cahaya Al-Qur’anul Karim dan hadis, di antara amal shalih adalah: Ibadah yang terjaga, sperti shalat, puasa, zakat, haji; akhlak yang lembut: jujur, sabar, rendah hati, amanah; Hubungan yang dirawat: berbakti kepada orang tua, menyambung silaturahmi, menolong sesama; Ilmu yang terus disemaikan: belajar dan mengajarkan; Jiwa yang bersih: menjauhi ghibah, hasad, maksiat; Dakwah yang penuh cinta: menyeru pada kebaikan dengan hikmah. Namun lebih dari semua itu, amal shalih lahir dari hati yang hidup, yang merasa dilihat oleh Allah, dan ingin menyenangkan-Nya dengan apapun yang ia bisa. 

Amal shalih yang tidak bising, ibarat “qatrunnada”. Dalam dunia yang bising dan penuh hiruk pikuk, amal shalih sejati justru hening. Ia tidak butuh pengakuan, tidak haus tepuk tangan. Seperti embun, ia turun diam-diam, namun memberi kehidupan. Sebait do’a di tengah malam. Sebuah senyum yang meringankan beban orang lain. Sehelai sajadah yang dibentangkan bukan untuk dilihat, tapi untuk bercakap dengan Sang Pencipta. Inilah amal-amal kecil yang kadang terlupa, tapi bisa menjadi qatrunnada, tetesan embun paling murni dalam catatan amal seseorang. 

Ketika seseorang menjadikan amal shalih sebagai jalan hidupnya, ia akan menjadi seperti “qatrunnada” bagi sesamanya, menyejukkan, menyuburkan, dan menenangkan. Ia hadir bukan untuk menguasai, tapi untuk menghidupkan. Ia tak merasa perlu terlihat, tapi selalu ada saat dibutuhkan. Begitu juga seorang hamba yang sadar akan kehambaannya, ia tidak sibuk mengejar pujian, tapi mencari ridha-Nya. Tidak sibuk membandingkan amal, tapi khawatir amalnya belum diterima oleh-Nya. Ia beramal bukan karena ingin menjadi yang paling suci, tapi karena tahu betapa ia sangat membutuhkan rahmat-Nya.

Dalam hidup ini, tidak semua dari kita bisa menjadi mata air besar yang mengalir deras. Tapi setiap orang bisa menjadi “Qatrunnada”, setetes embun yang menyejukkan. Maka jadilah qatrunnada, amalmu mungkin kecil di mata manusia, tapi jika murni dan ikhlas, ia bisa menjadi pelita abadi di akhirat kelak. Sebagaimana embun yang jujur datang dari langit, semoga amal-amal kita lahir dari langit kesadaran, dan kembali kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dengan harum yang diridhai-Nya, serta menjadi umat yang dibanggakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Wallaahu a’lam. 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.