Oleh: H. Budi Firmansyah, MM
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Para Pembaca yang berbahagia. Alhamdulilah saat ini kita berada di bulan sya’ban yang memiliki keutamaan dan nilai sejarah di dalam Islam. Sya’ban memiliki keuatamaan didalammnya terdapat amalan yang baik untuk dilakukan diantaranya :
1. Puasa Syaban, memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan lebih utama daripada puasa di luar bulan Ramadan. Dalam banyak hadis, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW banyak berpuasa di bulan Syaban sebagai persiapan untuk memasuki bulan Ramadan. Beliau menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah di bulan ini sebagai bentuk penguatan jiwa dan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Perbanyaklah berpuasa dalam bulan Syaban, berdasarkan dalil:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللهُ عَنْهَا قَالَتْ ... مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ [متفق عليه] .
وَ قَالَتْ : ... وَمَا صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا كَامِلاً مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ إِلاَّ رَمَضَانَ . [رواه مسلم والنسائي ، واللفظ له]
Artinya: Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: ... Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa sebulan penuh selain bulan Ramadlan. Juga saya tidak pernah melihat Beliau banyak berpuasa kecuali di Bulan Syaban. [Muttafaq Alaih].
Ia juga berkata: ... dan Rasulullah saw tidak pernah berpuasa sebulan penuh sejak ia datang di Madinah selain bulan Ramadan. [HR Muslim dan an-Nasai].
2. Malam Nisfu Sya’ban atau Lailatul Bara’ah (Malam Pengampunan)
Dalam tradisi sebagian umat Islam, malam ke-15 Syaban dikenal sebagai malam yang penuh berkah, di mana Allah SWT memberikan pengampunan bagi hamba-hamba-Nya yang memohon ampunan dengan sungguh-sungguh,umat Islam agar memanfaatkan malam ini untuk berdoa dan memohon ampunan, beristighfar, dan memperbanyak ibadah.
3. Persiapan untuk Ramadan
Syaban juga merupakan waktu untuk mempersiapkan diri baik secara fisik maupun spiritual untuk memasuki bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan taubat, serta mempersiapkan hati untuk berpuasa dengan penuh keikhlasan.
4. Doa dan Taubat
Berdoa dan bertaubat selama bulan Syaban bulan Syaban adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui doa-doa yang khusyuk dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan.
Sungguh sangat sekali perintah kepada kita untuk berdoa meminta kepada Allah SWT sebagaimana terdapat didalam Surat Al-A’raf Ayat 55;
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-A’raf Ayat 55)
Selain memiliki keutamaan, bulan syaban juga penuh dengan peristiwa bersejarah seperti turunnya ayat tentang perintah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW di dalam Al-Qur’an Surat Al Azhab ayat 56 yaitu
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Qur’an Surat Al Azhab ayat 56)
5. Arah Kiblat Berubah di Bulan Sya’ban
Bahwa arah kiblat pertama umat muslim adalah menghadap ke arah Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis yang berada di Yerusalem, Palestina.
Kemudian pada suatu hari di bulan Sya’ban, turunlah sebuah ayat Al-Qur’an berisi perintah Allah SWT agar arah salat berubah menjadi menghadap Ka’bah yang berada di Masjidil Haram, Makkah, Arab.
Menurut isi kitab Al-Jami’ li Ahkāmil Qur’an yang mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti dan berdasarkan tafsiran Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 144,
قَدۡ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِى السَّمَآءِۚ فَلَـنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةً تَرۡضٰٮهَا ۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِؕ وَحَيۡثُ مَا كُنۡتُمۡ فَوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ شَطۡرَهٗ ؕ وَاِنَّ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ لَيَـعۡلَمُوۡنَ اَنَّهُ الۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّهِمۡؕ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُوۡنَ
Artinya:
Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
Perintah perubahan kiblat turun pada malam Nisfu Sya’ban.Peristiwa ini tentu menjadi salah satu yang paling bersejarah dalam Islam karena berkaitan dengan tata cara beribadah. Selain itu, arah salat juga menjadi salah satu identitas muslim di seluruh dunia.
Demikian, semoga kita dapat memanfaatkan momentum bulan Sya’ban sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.