Foto: Dok. Media Istiqlal

Hikmah: Kepasrahan Kepada Allah di Masa Pengetatan Anggaran Pemerintah

Admin 18 Feb 2025 Warta Istiqlal

Oleh: Dr. Budi Utomo, MA

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pada 22 Januari 2025, terbit Instruksi Presiden No. 1/2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun ini. Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Inpres No.1/2025 tentang efisiensi belanja APBN 2025 adalah langkah strategis yang diambil oleh pemerintah mengingat bahwa Pemerintah sedang mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan antara potensi pendapatan dengan prioritas belanja negara dalam mendukung keberlanjutan pembangunan. Pasalnya, sumber-sumber pendapatan pemerintah semakin menyempit sedangkan kebutuhan belanja riil semakin besar.

Pengetatan anggaran atau austeritas adalah serangkaian kebijakan ekonomi yang diterapkan dengan tujuan mengurangi defisit anggaran pemerintah. Pengetatan anggaran meliputi pemangkasan belanja, peningkatan pajak, atau campuran keduanya. 

Kebijakan-kebijakan tersebut dijalankan untuk menunjukkan kedisiplinan pemerintah secara fiskal kepada kreditur dan badan penilai kredit dengan menyamakan pendapatan dengan pengeluaran. 

Dalam sebagian besar model ekonomi makro, pengetatan anggaran umumnya menaikkan angka pengangguran seiring menurunnya belanja pemerintah, mengurangi lapangan pekerjaan di sektor publik dan swasta. Sementara itu, peningkatan pajak menurunkan pendapatan rumah tangga sehingga mengurangi belanja dan konsumsi.

Dalam keadaan ini setiap muslim hendaklah saling menguatkan dan menjaga optimisme. Hal semacam ini akan memberikan penguatan untuk menjaga stabilitas psikologi dan kesehatan mental. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur`an:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ (55) وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Adz-Dzariyat/51: 55-58).

Berkenaan dengan jaminan Allah, hendaklah setiap hamba tetap tenang dan fokus beribadah kepadanya. Sebagai Maha Pemberi rezeki, Allah terangkan jaminannya itu dalam hadis qudsi riwayat Imam Ahmad:

قَالَ اللَّهُ: "يَا ابن آدَمَ، تَفَرَّغ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ صَدْرَكَ شُغْلًا وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ".

Allah telah berfirman: Hai anak Adam, tekunlah beribadah kepada-Ku, niscaya Kupenuhi dadamu dengan kekayaan dan Kututup kefakiranmu. Dan jika kamu tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak mau menutup kefakiranmu. 

Dalam Al-Qur`an Allah jelas-jelas menjamin orang-orang yang bertawakal kepada-Nya:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya“. [Ath-Thalaq/65 : 3]

Yaitu yang mencukupinya, Ar-Rabi’ bin Khutsaim berkata : Dari segala sesuatu yang menyempitkan (menyusahkan) manusia[HR. Bukhari]. Ibnul Qayyim menerangkan bahwa yang dimaksud adalah: Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepadanya dan yang menyandarkan kepada-Nya. Allah yang memberi ketenangan dari ketakutan orang yang takut.

Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Barangsiapa yang berlindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya, menjaganya. 

Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan, dan Allah akan memberi kepadanya segala macam kebutuhan yang bermanfa’at.

Ini adalah ganjaran yang paling besar, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan diri-Nya sendiri sebagai yang memenuhi segala kebutuhan orang yang bertawakal kepada-Nya.

Keimanan seorang muslim yang benar tidak akan menjadikannya kondisi kejiwaannya terpengaruh oleh suasana dan keadaan, semua dikembalikan kepada kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Semoga Allah memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan kita dan bangsa Indonesia, aamiin.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.