Oleh : Dr. Budi Utomo, S.Th.I., MA
Jakarta, www.istiqlal.or.id - Mari kita melihat relasi antara Ramadhan dan AL-Qur`an dalam ayat yang mulia:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ…
Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah… QS. Al-Baqarah/2: 185.
Setelah itu, mari kita melihat apa yang terjadi pada diri Rasulullah Shalla Allah ‘Alaihi wa Sallam ketika bersentuhan dengan Ramadhan dan Al-Qur`an. Dalam sebuah hadis disebutkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Rasulullah Shalla Allah ‘Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur'an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin." (HR. Bukhari)
Dalam keseharian diluar Ramadhan dijelaskan dalam hadits-hadits shahih ajakan Rasulullah Shalla Allah ‘Alaihi wa Sallam untuk mengkhatamkan paling lambat sekali dalam sebulan, dan paling cepat sekali dalam tujuh atau tiga hari. Artinya, dalam sehari seorang muslim minimal harus membaca satu juz Al-Qur’an dan maksimal ia membaca 10 juz Al-Qur’an dalam sehari. Untuk hal yang satu ini banyak orang yang mampu untuk melakukannya di bulan Ramadhan, bahkan sebaian umat Islam merasa terpacu untuk mengkhatamkan Al-Qur`an sebanyak mungkin.
Bahkan para shahabat begitu antusias untuk mengkhatamkannya di luar Ramadhan sebagaimana tergambar dalam hadits shahih. Bersabda Rasulullah Shalla Allah ‘Alaihi wa Sallam kepada Abdullah bin Amru:
«وَاقْرَأِ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ شَهْرٍ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عِشْرِينَ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عَشْرٍ» قَالَ قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللهِ، إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ سَبْعٍ، وَلَا تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap bulan!” Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap dua puluh hari!” Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap sepuluh hari!” Abdullah bin Amru berkata: “Wahai nabi Allah, saya mampu lebih dari itu.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: “Khatamkanlah membaca Al-Qur’an dalam setiap tujuh hari dan jangan lebih cepat dari itu!” (HR. Bukhari no. 5052 dan Muslim no. 1159, dengan lafal Muslim)
Banyak umat Islam mampu menyelesaikan target khatam membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadhan, karena memang telah dipersiapkan. Namun untuk mendapatkan sifat murah hati yang alirannya bagaikan hembusan udara, tidak semua orang yang mengkhatamkan Al-Qur`an itu bisa. Keserakahan jiwa terhadap rezeki yang dimiliki, menjadikan sikap kikir mencegah seseorang untuk mengeluarkan apa-apa yang telah diperoleh. Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al-Hasyr/59 ayat 9:
وَالَّذِيْنَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَالْاِيْمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَاجَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ اُوْتُوْا وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗوَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ۚ ﴿الحشر : ۹﴾
Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
Dalam Surat juga disebutkan At-Taghabun/64 ayat 16:
وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Sikap kikir dalam Islam memiliki konsekuensi serius. Hal ini sebagaimana yang ditekankan Nabi dalam hadis, bahwa sikap kikir merupakan sikap tercela yang dapat ‘mematikan’. Rasulullah Shalla Allah ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar:
إيَّاكم والشُّحَّ، فإنما هَلَكَ مَن كان قَبلَكم بالشُّحِّ: أمرهم بالبُخلِ فبَخِلُوا، وأمرَهم بالقَطيعةِ فقَطَعُوا، وأمرَهم بالفُجُور ففَجَرُوا
Artinya : “Jauhilah sifat bakhil. Sesungguhnya orang sebelum kalian binasa disebabkan sifat bakhil. Ia membawa kepada sifat kedekut, mereka menjadi kedekut. Ia membawa kepada terputusnya hubungan kekeluargaan dan membawa kepada dosa.” HR. Abu Dawud).
Betapa tercelanya sifat kikir yang terdapat pada diri seseorang yang membaca Al-Qur`an, terlebih di bulan Ramadhan. Dengan Al-Qur`an dan Ramadhan mari bertransformasi menjadi lebih baik Semoga dengan Al-Qur`an dan Ramadhan kita bias terlepas dari kekikiran. Aaamiin.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.