oleh: Prof. Dr. KH. Andi Faisal Bakti, MA
KH. Andi Faisal Bakti membuka kajian dengan memperkenalkan Badiuzzaman Said Nursi, seorang penulis kitab berasal dari Turki pada abad ke-20 yang memiliki kecerdasan intelektual. Said Nursi menghafal Al-Qur’an sejak kecil dan menghafal lebih dari 90 buku seperti tafsir, kitab fikih, kitab filsafat, dan kitab kalam.
Pada masa perang dunia pertama, Said Nursi di penjara selama 28 tahun yang menjadi hikmah besar dalam kecerdasan intelektual. Said Nursi telah menulis sebanyak 12 buku, salah satunya adalah kitab Kitab Al-Lama'at.
KH. Andi menjelaskan salah satu subbab dari kitab Al-Lama’at yang berjudul Sunah Nabi Muhammad SAW Pedoman Hidup Muslim Sejati.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Artinya: “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al- Anbiya [21] :107)
Islam merupakan ajaran yang inklusif dan penuh kasih sayang, sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam diutus tidak hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh manusia dan alam raya. Terdapat 18.000 lapisan alam raya seperti alam lahut, jabarut, malakut, arhan, syahadah, barzakh, mahsyar, hingga neraka. Begitulah makna Rahmatan lil alamin, rahmat bagi 18.000 alam.
Ar-Rahman merupakan salah satu sifat Allah SWT yang berarti kasih sayang, bahwasanya kita perlu mencontoh sifat kasih sayang Rasulullah SAW untuk mencintai alam raya dan lingkungan.
Mengutip surah Al- Maidah ayat 32, KH. Andi mengatakan “bahwa siapa yang membunuh satu jiwa, maka seolah olah membunuh seluruh manusia, tapi siapa yang menyelamatkan dan menghidupkan satu jiwa, maka menghidupkan seluruh jiwa manusia.”
Allah subhanahu wa ta'ala mengutus 124.000 nabi, namun yang diceritakan di dalam Al- Qur’an hanya 25 nabi sekaligus rasul. Nabi diberi gelar alaihissalam, tetapi rasul diberi gelar shallallahu alaihi wassalam, begitulah keistimewaan rasul.
Malaikat Allah SWT yang jumlahnya tidak terbilang, dengan perintah Allah SWT semuanya bershalawat kepada baginda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. “ Begitu hebatnya Rasulullah, Allah SWT dan seluruh malaikat respect kepada Rasulullah SAW,” rambah KH. Andi.
Ketika seorang Muslim sedang bershalawat, ia sedang menyamakan frekuensi atau jaringan dengan Allah SWT dan para malaikat. Maka dari itu, kita harus menjadi pengikut Rasulullah SAW, karena Ia yang menyampaikan ayat-ayat-Nya kepada kita.
Selain itu Rasulullah SAW memberikan sunah agar kita menjadi suci. Pada dasarnya manusia berasal dari kesucian dan akan kembali kepada kesucian. Bahwasanya kita adalah makhluk langit dan kita akan kembali ke langit.
Kitab hadis Rasulullah SAW ada sembilan, seperti Bukhari, Muslim, Nasa, Ibnu Majah, dan lainnya adalah hal yang harus kita pegang, karena terdapat sunah-sunah Rasulullah SAW untuk kembali kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW sangat lembut dan peduli kepada umatnya, ketika umatnya sakit, beliau ikut merasakan sakit. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: “ Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS. At-Taubah[9] :128)
Rasulullah SAW sangat memaafkan dan menyayangi orang-orang yang beriman. Jika seseorang berpaling terhadap rasul, cukup Allah SWT yang menjadi pegangan kita semua. (TANZA/ Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.