Foto: Dok. Media Istiqlal

Apresiasi Al-Qur'an terhadap Ilmu Pengetahuan

Admin 29 Jul 2022 Warta Istiqlal

Oleh : Dr. KH. Muchlis M Hanafi, Lc, MA

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Turunnya Al-Qur'an pertama kali pada 1456 tahun yang lalu sudah membuka mata dunia tentang pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Unit-unit ayat yang pertama kali turun menggugah kesadaran manusia untuk melakukan serangkaian aktifitas penalaran tentang fenomena alam semesta yang dapat mengantarkan pada keagungan Sang Maha Pencipta. Tulisan berikut akan menguraikan sejauh mana apresiasi Al-Qur'an terhadap ilmu pengetahuan dan gambaran tentang objek dan sumbernya.

Para ulama bersepakat yang pertama turun adalah lima ayat pertama surah al-Alaq. Mencermati kelima ayat tersebut tampak jelas apresiasi Al-Qur'an terhadap ilmu pengetahuan. Ayat pertama diawali dengan kata iqra (bacalah) yang terulang sebanyak dua kali di permulaan surah tersebut. Selanjutnya kata ‘ilmu’ dengan berbagai derivasinya terulang sebanyak tiga kali, dan kata al-qalam sebanyak satu kali. Kata iqra, `allama dan ya`lam serta al-qalam menggambarkan proses mendapatkan ilmu pengetahuan dan media tranformasinya.

Apresiasi Al-Qur'an terhadap ilmu tidak hanya tergambar dari penyebutan kata al-`ilm dan derivasinya yang mencapai 854 kali, tetapi terdapat sekian ungkapan yang bermuara pada kesamaan makna seperti al-`aql, al-fikr, al-nazhr, al-bashar, al-tadabbur, ali`tibâr dan al-dzikr. Kendati Al-Qur'an bukan buku ilmiah, tetapi tidak satu ayat pun di dalamnya yang menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan terdapat hampir 750 ayat yang bersinggungan, secara langsung atau tidak, dengan berbagai bidang keilmuan seperti kosmologi, kedokteran, geologi dan sebagainya.

Kata al-`ilm dan derivasinya, menurut pakar Al-Qur'an Raghib al-Ashfahani, bermakna pengetahuan akan hakikat sesuatu Padanannya adalah al-ma`rifah. Kendati keduanya bermakna pengetahuan tetapi para pakar bahasa Arab menggunakan kata al-ma`rifah sebagai ungkapan untuk pengetahuan yang diperoleh melalui proses pemikiran dan perenungan terhadap gejala atau fenomena sesuatu yang dicermati. Karena itu dalam bahasa Arab pengetahuan Tuhan akan makhluk-Nya digambarkan dengan ungkapan `alima, bukan `arafa.

Sebaliknya, pengetahuan manusia akan Tuhannya diungkapkan dengan kata `arafa karena diperoleh melalui perenungan terhadap tanda-tanda kekuasaan-Nya . Pengetahuan, apapun bentuknya, diperoleh melalui sebuah proses mencermati, membaca dan menganalisa yang dilakukan oleh akal, indera (al-bashar) dan kalbu (al-bashîrah). Proses ini biasa disebut dengan berfikir.

Melalui dua unit wahyu yang pertama; lima ayat pertama surah al-‘alaq dan awal surah al-qalam, Al-Qur'an telah mengajak manusia untuk bergegas menghasilkan ilmu pengetahuan. Sebab hanya dengan ilmu pengetahuan manusia dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi dengan baik. Karena itu yang diajarkan pertama kali kepada Adam AS ketika turun ke bumi adalah pengetahuan tentang nama-nama benda. Allah subhanahu wata'ala berfirman pada Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 31,

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ٣١

Artinya: Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu benar!” (QS. Al-Baqarah [2]: 31).

Kedua unit wahyu pertama menekankan pentingnya membaca yang disimbolkan dengan kata iqra’ dan menulis yang disimbolkan dengan al-qalam (pena atau alat tulis lainnya). Keduanya menjadi simbol kemajuan peradaban manusia. Dengan membaca akan tercipta ilmu, dan dengan menulis proses transformasi ilmu dapat berjalan secara berkesinambungan.  

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.