Foto: Dok. Media Istiqlal

Kajian Zhuhur Istiqlal: Tafsir Surat Adz-Dzariyat, ayat 55-58

Admin 18 Oct 2024 Warta Istiqlal

Oleh: KH. Romli Jawahir, Lc.


وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ (55) وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai kekuatan lagi Sangat Kokoh.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.

Aż-Żāriyāt [51]:56

Ayat ini merupakan perintah Allah kepada jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah. Ibadah terdiri dari yang berupa ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah memiliki syatat dan rukun yang detail. Namun semua kegiatan kita dapat bernilai ibadah apabila diniatkan. Ada yang duduk-duduk saja di majelis ilmu, namun ada yang duduk dengan niat I’tikaf dan belajar.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ

"Teruslah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin." (Adz-Dzariyat: 55).

Ini adalah perintah untuk terus mengingatkan dan menasehati dengan AL-Qur`an, terutama bagi orang-orang yang beriman. Diharapkan peringatan ini bermanfaat begi orang-orang yang diingatkan. Karena memang ada orang yang hatinya siap untuk menyongsong hidayah.

Hidayah ada yang bersifat ilhamiy  berupa hidayah yang sekonyong-konyong dating dan kasbiy yang harus diperjuangkan. Hidayah ilhamiy seperti hidayahnya ‘Umar Ibn Khaththab radiyallahu ‘anhu, yang beriman setelah mendengar Al-Qur`an yang dibacakan oleh adik perempuannya yang telah lebih dulu berislam.  Sedangkan kisah Annemarie Schimmel yang merupakan Orientalis asal Jerman yang banyak menulis tentang Islam dan Sufisme, menunjukkan bahwa hidayah adalah milik Allah. Walaupun dihafal Al-Qur`an bahkan untuk menunjang pemahamannya,  beberapa kitab tafsir, hadis dan kitab induk tasawuf namun tidak otomatis menjadikannya memeluk Islam.

Dzikir paling utama adalah Al-Qur`an. Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa siapa yang disibukkan dzikir samapai dia tidak meminta kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadanya apa yang diminta oleh orang-orang yang memeinta. Dan yang lebih dahsyat adalah orang yang disibukkan Al-Qur`an dari berdzikir dan meminta kepada Allah maka Allah akan memberikan yang terbaik dari yang dipinta orang-orang yang meminta.

Terus saja berdakwah, karena aka nada yang menjawab ajakan tersebut dan aka nada yang menolak, tetaplah mengajak dan jangan pernah bosan. Walaupun tidak seluruhnya akan ikut, bisa jadi akan ada satu dua orang yang ikut petunjuk-petunjuk yang disampaikan.

Walaupun orang musyrik menolak rasul dan tidak mau menyembah Allah namun jin dan manusia Allah ciptakan untuk menyembah Allah dan untuk menenal Allah. Siapa yang taat kepada Allah adalah mulia, dan yang ingkar adalah hina.

Makna ayat ini adalah, Allah Subhanahu wa T’a’ala menciptakan hamba-hamba agar mereka menyembah-Nya semata tiada sekutu bagi-Nya. Siapa yang menaati perintah ini, Allah membalasnya dengan balasan yang sempurna. Dan yang bermaksiat maka Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang keras. Allah memberitahukan kepada mereka bahwa Allah tidak membutuhkan mereka, sebaliknya, merekalah yang berhajat kepada-Nya dalam segala keadaan mereka. Karena Dialah Yang menciptakan mereka dan Yang memberi mereka rezeki.

Seakan ini adalah ajakan untuk menguatkan orang untuk beribadah kepada Allah dan agar tidak lalai kepada Allah. Ini merupakan perintah untuk terus mengingatkan. Hikmah penyebutan jin lebih dahulu, karena jin jika ibadah bisa jauh lebih baik dari manusia yang tidak ada riya dan sum’ah berbeda dengan manusia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ

Artinya: "Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku." (QS. Aż-Żāriyāt [51]:57)

Kita beribadah kepada Allah bukan karena Allah meminta rizki, namun sebaliknya Allah Yang Memberi rizki kepada kita. Rizki itu sebanding dengan ketaatan. Seperti dalam surat Thaha /20:132

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ  لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى

Artinya: "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Ṭāhā [20]:132)

Allah memerintahkan Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam untuk memerintahkan keluarganya untuk menegakkan shalat untuk bersabar karena dalam melaksanakan perintah itu, karena memang shalat tidak mudah, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

Jaminan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

( مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ: رُكُوعِهِنَّ، وَسُجُودِهِنَّ ، وَوُضُوئِهِنَّ ، وَمَوَاقِيتِهِنَّ ، وَعَلِمَ أَنَّهُنَّ حَقٌّ مِنْ عِنْدِ اللهِ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ) أَوْ قَالَ: ( وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ) .

"Barangsiapa selalu menjaga shalat wajib yang lima, baik rukuk, sujud, wudlu atau waktu-waktunya. Dan ia mengetahui bahwa semua itu merupakan kewajiban dari sisi Allah, maka ia akan masuk surga." Atau beliau mengatakan; "Wajib baginya surga." HR. Ahmad.

Kualitas shalat harus diperhatikan, sebab ada shahabat yang shalat dan kemudian diperintah nabi untuk mengulangi shalatnya kembali karena dianggap belum shalat karena tidak menunaikan syarat dan rukunnya, dengan sabdanya:

اِرْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ.

“Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau belum shalat.”

Karena begitu pentingnya kualitas shalat, maka Rasulullah memerintahkan sahabat itu untuk mengulangi sampai tiga kali. Akhirnya shahabat itu diajarkan tata cara shalat yang benar.  Orang yang selalu shalat dengan kualitas shalat yang buruk apabila tidak diperbaiki kualitasnya samapai mati, dikhawatirkan akan mati dalam keadaan diluar fitrah Islam.

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Adz-Dzariyat: 58).

قَالَ اللَّهُ: "يَا ابن آدَمَ، تَفَرَّغ لِعِبَادَتِي أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِلَّا تَفْعَلْ مَلَأْتُ صَدْرَكَ شُغْلًا وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ".

Dalam riwayat Imam Ahmad berupa hadis qudsi dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu  disebutkan bahwa Rasulullah Shalla Allah ‘alaihi wa Sallam bersabda:,” Allah  telah berfirman: Hai anak Adam, tekunlah beribadah kepada-Ku, niscaya Kupenuhi dadamu dengan kekayaan dan Kututup kefakiranmu. Dan jika kamu tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak mau menutup kefakiranmu.

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.